Kabarmaung.com - Dunia sepak bola Indonesia kembali dihebohkan dengan kabar terkait Club Licensing Cycle 2025/26. Kali ini sorotan tertuju pada Sumsel United yang terancam sanksi pengurangan poin. Laskar Juaro dikabarkan belum memenuhi Lisensi Klub dan menghadapi ancaman serius dari I-League. Keputusan awal yang dirilis pada Rabu (13/5/2026) ini sontak menimbulkan pertanyaan besar tentang profesionalisme klub-klub di tanah air, khususnya menjelang musim kompetisi Championship 2026/27.
Ancaman pengurangan poin ini tentu menjadi pukulan berat bagi Sumsel United. Lisensi klub merupakan prasyarat mutlak untuk dapat memulai kompetisi tanpa hambatan. Tanpa lisensi yang memadai, sebuah klub tidak hanya berpotensi kehilangan poin krusial, tetapi juga citra dan kredibilitas di mata publik serta federasi.
Langkah Banding dan Optimisme Sumsel United
Menanggapi keputusan I-League, manajemen Sumsel United tidak tinggal diam. Direktur Utama PT Cahaya Sumsel Utama (CSU), Erick Yuniman, menegaskan bahwa pengumuman hasil Club Licensing Cycle 2025/26 ini masih bersifat keputusan tingkat pertama dan belum final. Pihaknya optimistis bisa menyelesaikan semua persyaratan yang dibutuhkan.
"Dari lima aspek yang dibutuhkan dalam proses Club Licensing Cycle seperti sporting, infrastrasi, administrasi dan personel, legalitas, hingga kondisi finansial klub. Kita hanya tinggal melengkapi surat dari auditor saja. Mudah-mudahan Senin (18/5) nanti semuanya sudah beres," ujar Erick dalam keterangan resmi, Sabtu (16/5/2026).
Erick memastikan bahwa manajemen Laskar Juaro akan memanfaatkan fase banding yang diberikan hingga 22 Mei 2026. Mereka bertekad kuat untuk memenuhi semua persyaratan dan meraih status ‘Granted’ sesuai regulasi nasional PSSI serta standar AFC yang berlaku. Ini menunjukkan komitmen Sumsel United untuk tetap bersaing secara profesional di kancah sepak bola nasional.
Pentingnya Lisensi Klub bagi Sepak Bola Indonesia
Proses Club Licensing Cycle sejatinya adalah instrumen penting untuk mendorong klub-klub di Indonesia agar terus meningkatkan standar profesionalisme dan tata kelola. Erick Yuniman sendiri menyatakan dukungan penuh terhadap program ini, melihatnya sebagai langkah krusial dalam pengembangan sepak bola Tanah Air.
"Program Club Licensing Cycle sangat baik, karena membuat klub dapat terus melakukan pengembangan di berbagai aspek. Serta mendukung peningkatan kualitas kompetisi sepak bola Indonesia yang lebih baik ke depan," katanya.
Melalui proses ini, klub dituntut untuk memiliki infrastruktur yang memadai, manajemen finansial yang sehat, aspek legalitas yang kuat, serta dukungan personel dan program pembinaan yang terencana. Hal ini tentu berdampak positif pada ekosistem sepak bola yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Hasil Lengkap Club Licensing Cycle 2025/26: Persib Bandung Aman!
I-League telah mengumumkan hasil Club Licensing Cycle 2025/26 pada 13 Mei 2026, yang mencakup berbagai kategori lisensi. Bagi para Bobotoh, ada kabar baik! Klub kebanggaan kita, Persib Bandung, berhasil meraih status 'Granted' di lisensi ACL 2, menunjukkan profesionalisme dan kesiapan Maung Bandung dalam memenuhi standar tertinggi.
Lisensi ACL 2
- Granted: PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Borneo FC Samarinda, Persita, Dewa United Banten FC, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.
- Granted with Sanctions: Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang FC, Madura United FC, Bali United FC, Malut United FC, Persis Solo, dan Persijap Jepara.
Lisensi Super League
Total 25 klub memperoleh status 'Granted' untuk lisensi Super League. Ini termasuk 16 klub pemegang lisensi ACL 2 yang secara otomatis juga memenuhi persyaratan. Ditambah 9 klub lainnya:
- PSIM Yogyakarta
- PSS Sleman
- Persipura Jayapura
- PS Barito Putera
- Deltras FC
- Adhyaksa FC
- Garudayaksa FC
- PSPS Pekanbaru
- PSMS Medan
Lisensi Championship dan Liga Nusantara
Pada kategori lisensi Championship, FC Bekasi City berhasil mendapatkan status 'Granted'. Sementara itu, di lisensi Liga Nusantara, empat klub juga sukses meraih status 'Granted', yaitu RANS Nusantara FC, PSGC Ciamis, Dejan FC, dan Persiba Bantul.
Komitmen I-League untuk Sepak Bola Profesional
Direktur Kompetisi I-League, Asep Saputra, menekankan bahwa proses club licensing adalah pilar penting dalam membangun sepak bola nasional yang profesional. Ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan fondasi untuk ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
"Club licensing bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional, sehat, dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi seluruh klub yang telah mengikuti proses ini dengan baik," ungkap Asep.
Proses ini juga diiringi dengan pendampingan dan asistensi kepada klub, memastikan implementasi standar AFC dapat berjalan lebih baik dari musim sebelumnya. Hal ini menunjukkan keseriusan I-League dalam mendorong klub-klub untuk berbenah dan meningkatkan kualitas secara menyeluruh.
Kasus Sumsel United ini menjadi pengingat bagi seluruh klub di Indonesia akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi lisensi. Profesionalisme adalah kunci untuk meraih prestasi dan keberlanjutan di dunia sepak bola modern. Semoga Sumsel United berhasil dalam proses bandingnya dan semua klub terus berbenah demi kemajuan sepak bola Indonesia.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com