Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kalah dari Persib, Persija Protes Keras Wasit dan Venue Laga

Kabarmaung.com - Kemenangan dramatis Persib Bandung 2-1 atas rival abadi, Persija Jakarta, di Super League 2025/2026 pada Minggu (10/5/2026) di Stadion Segiri, Samarinda, menyisakan cerita panas tak hanya di lapangan hijau. Pasca-pertandingan, kubu Macan Kemayoran meluapkan kekecewaan mendalam, terutama kepada kepemimpinan wasit dan juga kondisi venue pertandingan. Pelatih Persija, Mauricio Souza, tak ragu melontarkan kritik pedas, menuding timnya berulang kali dirugikan, menciptakan babak baru kontroversi di kancah sepak bola nasional.

Ledakan Protes Mauricio Souza Usai Laga Panas

Mauricio Souza, dengan nada emosional, mengungkapkan ketidakpuasannya yang luar biasa terhadap wasit Firdavs Norsafarov. Menurutnya, banyak keputusan krusial yang sangat merugikan timnya, bahkan secara fundamental mengubah jalannya pertandingan yang seharusnya bisa berakhir berbeda. Salah satu insiden yang paling disorot adalah pelanggaran keras terhadap pemain muda Rayhan Hannan. "Itu dipukul Rayhan Hannan, itu langsung merah, tidak butuh VAR. Bahkan VAR tidak panggil untuk lihat situasinya," tegas Souza dengan nada tinggi, mempertanyakan objektivitas perangkat pertandingan.

Kritikan Souza tidak berhenti di sana. Ia merasa Persija sudah berkali-kali menjadi korban keputusan wasit yang bias sepanjang musim ini. "Tidak tahu berapa kali kita dirugikan terus di dalam liga ini. Sekali lagi kita dirugikan lagi," keluhnya, menunjukkan frustrasi yang menumpuk. Pelatih asal Brasil itu juga menyinggung sejumlah pelanggaran lain, seperti aksi tarik-menarik dan injakan terhadap pemainnya yang luput dari hukuman keras. Bagi Souza, insiden Hannan adalah puncak dari kejanggalan yang tak bisa diterima. "Kalau bukan kartu merah, saya tidak tahu sepak bola lagi," ujarnya, menyiratkan betapa seriusnya pelanggaran tersebut di matanya dan betapa jauhnya sepak bola Indonesia dari standar internasional.

Venue Pertandingan Juga Jadi Sorotan Tajam

Selain soal wasit, Mauricio Souza juga menyayangkan lokasi pertandingan yang dipindahkan secara mendadak ke Stadion Segiri, Samarinda. Menurutnya, keputusan tersebut turut berkontribusi besar pada hasil minor timnya. Ia merasa adanya ketidakadilan dalam sistem yang berlaku. "Jadi kesalahan selalu dari pelatih dan pemain, sedangkan mereka yang bikin rugikan kita tidak diingatkan," tambahnya, merujuk pada pihak penyelenggara atau pengambil keputusan venue yang seolah tak tersentuh kritik dan tanggung jawab.

Keputusan bermain di luar kandang yang seharusnya dan kondisi lapangan yang dianggap jauh dari kata ideal menjadi faktor tambahan yang memberatkan Persija. Hal ini tentu saja menambah daftar panjang keluhan dari kubu Macan Kemayoran yang sedang berjuang keras di Super League, di mana setiap poin sangat berarti.

Fabio Calonego Ikut Buka Suara dengan Hati-hati

Pemain Persija, Fabio Calonego, juga menyuarakan kekecewaan serupa, meskipun dengan bahasa yang lebih hati-hati dan diplomatis. "Kalau saya katakan semua yang saya pikir tentang wasit, pasti saya akan dihukum lama, jadi saya tidak akan berbicara tentang wasit," ucap Fabio, mengindikasikan bahwa ia juga merasakan adanya ketidakadilan dalam kepemimpinan wasit namun khawatir akan konsekuensi jika berbicara terlalu blak-blakan.

Namun, Calonego lebih menyoroti keputusan pemindahan pertandingan yang dianggapnya janggal. Ia mempertanyakan alasan di balik pemilihan Stadion Segiri sebagai venue, yang menurutnya tidak masuk akal. "Kenapa pertandingan dibawa ke sini? Kalau tidak bisa di Jakarta, mungkin ada seribu lapangan lebih baik untuk kita main di tempat lain di Indonesia," katanya, menyoroti kurangnya fasilitas memadai di lokasi tersebut. Menurut Fabio, kondisi lapangan Stadion Segiri tidak mendukung gaya permainan Persija yang mengandalkan umpan pendek dan penguasaan bola yang presisi. "Semua tahu Persija main dari kaki ke kaki, sedangkan Persib direct ball. Dikasih kita main di lapangan seperti ini," tutupnya, memberikan kesan bahwa pemilihan venue justru menguntungkan gaya permainan lawan dan secara tidak langsung merugikan strategi timnya.

Kontroversi ini tentu saja menambah bumbu panas dalam persaingan Super League dan rivalitas abadi Persib-Persija. Kemenangan Pangeran Biru atas Macan Kemayoran ini terasa semakin manis di mata Bobotoh, meskipun diwarnai drama di luar teknis pertandingan yang memicu perdebatan. Sementara itu, Persija harus pulang dengan kekalahan dan segudang pertanyaan tentang standar fair play serta profesionalisme di liga. Insiden ini diharapkan menjadi evaluasi serius bagi penyelenggara liga demi terciptanya kompetisi yang lebih adil dan berkualitas di masa mendatang.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Kalah dari Persib, Persija Protes Keras Wasit dan Venue Laga
  • Kalah dari Persib, Persija Protes Keras Wasit dan Venue Laga
  • Kalah dari Persib, Persija Protes Keras Wasit dan Venue Laga
  • Kalah dari Persib, Persija Protes Keras Wasit dan Venue Laga
  • Kalah dari Persib, Persija Protes Keras Wasit dan Venue Laga
  • Kalah dari Persib, Persija Protes Keras Wasit dan Venue Laga
Posting Komentar
Tutup Iklan