Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

El Clasico Mengguncang Samarinda! Ini Harapan Borneo FC

Kabarmaung.com - Salah satu laga paling dinanti di kancah sepak bola Indonesia, duel klasik antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung, akan segera tersaji. Namun, ada yang berbeda kali ini. Pertandingan bertajuk El Clasico tersebut tidak akan digelar di kandang Persija, melainkan di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur. Keputusan ini sontak menarik perhatian publik, terutama para Bobotoh Persib yang selalu setia mendukung Maung Bandung.

Laga sarat gengsi di lanjutan Super League 2025/2026 ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 16.30 Wita. Penunjukan Samarinda sebagai lokasi pertandingan memunculkan berbagai spekulasi dan harapan, salah satunya dari Manajer Tim Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri. Pihak Borneo FC, sebagai pengguna utama Stadion Segiri, menitipkan pesan penting agar pertandingan ini dapat berjalan aman, tertib, dan membawa dampak positif bagi Kota Samarinda.

El Clasico di Tanah Borneo: Pesan Keamanan dari Borneo FC

Dandri Dauri secara khusus menyampaikan harapannya agar seluruh pihak yang terlibat, baik suporter, panitia, maupun masyarakat umum, dapat menjaga keamanan dan fasilitas stadion. "Saya hanya bertitip, tentu berharap menjaga keamanan, kemudian fasilitas kita juga tolong dijaga. Mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang membuat kita berpikir aneh-aneh," tegas Dandri, Kamis (7/5/2026). Pesan ini menunjukkan komitmen Borneo FC terhadap kondusivitas dan keberlangsungan penggunaan Stadion Segiri untuk event-event besar di masa mendatang.

Dampak Ekonomi Positif untuk Samarinda

Di balik ketegangan rivalitas, penunjukan Samarinda sebagai tuan rumah laga Persija vs Persib juga membawa kabar gembira bagi perekonomian lokal. Dandri Dauri optimis bahwa kehadiran dua tim besar ini akan memberikan dorongan signifikan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Samarinda. Mulai dari pedagang makanan, minuman, hingga cinderamata, diharapkan bisa meraup keuntungan berlipat.

  • Peningkatan UMKM: Pelaku UMKM lokal akan mendapatkan panggung besar untuk menjajakan produk mereka kepada ribuan penonton yang hadir.
  • Pendapatan Parkir: Area parkir di sekitar stadion dan sekitarnya akan ramai, menambah pemasukan bagi masyarakat dan pengelola.
  • Pajak Daerah (PAD): Penjualan tiket dan aktivitas ekonomi lainnya secara tidak langsung akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah kota.

"Ini sangat berpengaruh kepada pelaku UMKM kita. Pendapatan bertambah, perparkiran juga bertambah, bahkan PAD dari tiket juga menjadi pemasukan pemerintah," jelas Dandri, menggambarkan betapa besar potensi ekonomi yang bisa dihasilkan dari satu pertandingan sepak bola berskala nasional.

Posisi Borneo FC Netral dan Profesional

Menanggapi pemilihan Stadion Segiri, Dandri menegaskan bahwa Borneo FC Samarinda tidak terlibat langsung dalam proses penentuan venue. Klub berjuluk Pesut Etam ini berstatus sebagai penyewa lapangan, sehingga keputusan sepenuhnya berada di tangan operator liga, PSSI, dan panitia pelaksana Persija Jakarta. "Yang jelas kalau Borneo FC Samarinda tidak terlibat langsung dalam pengambilan keputusan apa pun. Dan perlu dipahami, Borneo juga statusnya sebagai penyewa lapangan Segiri," ujarnya.

Dandri meminta semua pihak untuk menghormati keputusan yang telah diambil. "Kalau ditanya tanggapan, saya berharap kita sama-sama menghormati keputusan teman-teman PT Liga, PSSI, dan panpel Persija," tambahnya, menunjukkan sikap profesionalisme dan dukungan terhadap kelancaran kompetisi.

Prioritas Borneo FC: Laga Kontra Bali United

Meski Samarinda akan menjadi saksi El Clasico, fokus utama Borneo FC tetap tertuju pada pertandingan mereka sendiri. Dandri menyatakan bahwa timnya kini tengah berkonsentrasi penuh untuk laga tandang menghadapi Bali United. "Borneo hanya fokus kepada pertandingannya sendiri, karena partai kami melawan Bali lebih penting," ucapnya.

Samarinda Layak Jadi Tuan Rumah Event Besar

Terpilihnya Stadion Segiri sebagai lokasi laga Persija vs Persib juga menjadi pengakuan akan kelayakan Samarinda. Menurut Dandri, ini membuktikan bahwa kota tersebut dinilai aman, damai, dan nyaman untuk menggelar pertandingan penting. "Saya percaya Samarinda menjadi tempat perhelatan pasti ada penilaian tersendiri. Apakah karena kotanya damai, ya memang damai. Apakah kotanya nyaman, ya nyaman. Apakah masyarakatnya baik, ya baik. Nah inilah yang kita harus syukuri," ungkapnya.

Harapannya, ke depan semakin banyak event besar yang bisa digelar di Stadion Segiri, termasuk potensi jika Borneo FC sendiri mampu menembus kompetisi Asia. "Mudah-mudahan ke depan pembenahan tambahan stadion juga bisa menjadi bahan diskusi bersama pemerintah kota dan pemerintah provinsi," pungkas Dandri, mengisyaratkan ambisi untuk terus mengembangkan fasilitas olahraga di Samarinda.

Dengan segala persiapan dan harapan yang menyertainya, laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Samarinda tidak hanya menjadi ajang pertarungan sengit di lapangan hijau, tetapi juga simbol kepercayaan dan potensi besar bagi daerah. Mari bersama menjaga sportivitas dan keamanan demi kelancaran event penting ini.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • El Clasico Mengguncang Samarinda! Ini Harapan Borneo FC
  • El Clasico Mengguncang Samarinda! Ini Harapan Borneo FC
  • El Clasico Mengguncang Samarinda! Ini Harapan Borneo FC
  • El Clasico Mengguncang Samarinda! Ini Harapan Borneo FC
  • El Clasico Mengguncang Samarinda! Ini Harapan Borneo FC
  • El Clasico Mengguncang Samarinda! Ini Harapan Borneo FC
Posting Komentar
Tutup Iklan