Kabarmaung.com - Harapan tipis menyelimuti Persis Solo menjelang penutupan Liga 1 musim ini. Berada di jurang degradasi, Laskar Sambernyawa menghadapi skenario yang sangat sulit untuk mempertahankan posisi mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Akankah keajaiban berpihak pada mereka, atau justru harus menelan pil pahit turun kasta?
Misi Berat Menjauh dari Zona Merah
Persis Solo saat ini terdampar di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 28 poin. Posisi ini menempatkan mereka di zona degradasi yang mematikan. Di atas mereka, Madura United bercokol di peringkat ke-15 dengan 32 poin, menjadi tembok terakhir yang harus dilewati jika Persis ingin selamat.
Secara matematis, peluang Persis Solo memang masih ada, namun sangat kecil. Mereka wajib menyapu bersih dua laga sisa dengan kemenangan mutlak, yaitu menghadapi Dewa United dan Persita. Tanpa kemenangan penuh, pupus sudah harapan Laskar Sambernyawa.
Namun, kemenangan saja tidak cukup. Nasib Persis juga sangat bergantung pada hasil Madura United. Laskar Sape Kerrab hanya butuh satu kemenangan saja dari dua pertandingan sisa mereka, melawan PSIM Yogyakarta atau PSM Makassar, untuk secara otomatis mengamankan tiket bertahan di Liga 1 musim depan. Ini artinya, Persis Solo harus berdoa agar Madura United terpeleset di kedua laga tersebut.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menegaskan bahwa fokus utama timnya adalah pada pertandingan mereka sendiri. "Kami hanya fokus pada pertandingan kami sendiri. Kami tidak bisa memikirkan apa yang terjadi di pertandingan lain. Kami harap semua tim bermain jujur dan profesional seperti Persebaya kemarin. Kami fokus ke Dewa United karena mereka tim yang sangat bagus. Kami harus melampaui batas dan memberikan yang terbaik," kata Milo, menunjukkan determinasi timnya.
Ujian Sesungguhnya Lawan Dewa United
Ujian terberat bagi Persis Solo akan datang dalam waktu dekat. Mereka harus menghadapi Dewa United, salah satu tim kuat di Liga 1, pada pekan ke-33 Super League 2025/2026. Laga krusial ini akan dihelat di Stadion Manahan, Kota Solo, pada Sabtu (16/5/2026) pukul 19.00 WIB.
Dewa United bukan lawan sembarangan. Tim berjuluk Tangsel Warriors ini datang ke Solo dengan rekor fantastis: belum terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir. Dengan materi pemain dan kedalaman skuad yang mumpuni, Milo bahkan menyandingkan Dewa United dengan tim-tim papan atas seperti Persib dan Borneo FC. "Besok bermain melawan Dewa United, tim yang sangat bagus. Dari aspek psikologis, kita harus sabar, konsentrasi, dan pintar. Karena Dewa United bagi saya, seperti Persib dan Borneo, tim terbaik di Indonesia saat ini. Itu menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk bermain melawan mereka," ujar Milo.
Berbanding terbalik, Persis Solo justru sedang dalam tren performa yang kurang meyakinkan. Setelah kemenangan atas Bhayangkara FC, mereka menelan kekalahan telak dari Persija dan Malut United, serta ditahan imbang Persebaya di laga terakhir. Catatan pertemuan head-to-head juga tidak memihak Persis, mereka belum pernah meraih kemenangan melawan Dewa United sejak Liga 2 tahun 2019.
"Ya, skenarionya sama seperti saat melawan Bhayangkara yang datang dengan catatan 6 laga tak terkalahkan, begitu juga Persebaya, dan sekarang Dewa United. Seperti yang saya katakan, mereka tim bagus secara keseluruhan. Bagi saya mereka seharusnya ada di posisi satu atau dua," tambah Milo. Meski demikian, pelatih asal Bosnia-Herzegovina ini tetap optimis. "Tapi setiap tim punya kelemahan dan kelebihan. Kita sudah melihat laga terakhir, kita memberikan segalanya tapi hasil tidak sesuai ekspektasi. Tapi tidak peduli di mana pun kita berada atau ke mana pun kita pergi, Kota Solo dan Persis Solo akan tetap menjadi rumah kita," tegasnya, menunjukkan semangat juang.
Badai Cedera dan Harapan di Tengah Keterbatasan
Di tengah tekanan besar untuk meraih kemenangan, Persis Solo justru harus menghadapi badai cedera yang melanda skuad mereka. Setidaknya empat pemain pilar diragukan tampil dalam laga penting kontra Dewa United:
- Roman
- Bagaskara
- Jauhari (cedera)
- Arkhan Kaka (dipanggil Timnas)
Kehilangan nama-nama tersebut tentu menjadi pukulan berat. Namun, Milo melihat ini sebagai kesempatan bagi pemain lain untuk membuktikan kualitas mereka. "Ini kesempatan bagi pemain lain untuk membuktikan diri," kata Milo.
Dengan skuad yang ada, Persis tetap bertekad untuk tampil maksimal. Milo berharap timnya bisa kembali produktif dan mencetak gol, sesuatu yang menjadi kunci dalam sepak bola. "Mencetak gol adalah hal tersulit dalam sepak bola, bagi saya itu adalah seni. Kita melatihnya setiap hari. Saat lawan Bali United, kita mencetak gol-gol indah. Itu tergantung keputusan pemain dan kepercayaan diri. Pemain harus percaya pada diri sendiri, mengambil tanggung jawab dan mencetak gol. Tidak ada yang lebih indah di dunia ini selain mencetak gol," pungkasnya, memompakan semangat kepada para pemainnya.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com