Kabarmaung.com - Perebutan takhta juara BRI Super League musim 2025/2026 semakin memanas dan membuat jantung Bobotoh berdegup kencang! Di tengah euforia dominasi Persib Bandung di puncak Klasemen, muncul ancaman serius dari tim Pesut Etam, Borneo FC. Dengan hanya tiga laga tersisa, Borneo FC kini menempel ketat Maung Bandung dengan perolehan poin yang sama, menciptakan skenario akhir musim yang penuh drama dan ketegangan.
Borneo FC Mengintip Peluang Emas
Setelah sukses mengamankan tiga poin penting dengan menaklukkan Persita Tangerang 2-0, Borneo FC kini mengumpulkan 72 poin, identik dengan raihan Persib Bandung. Kemenangan ini sontak membuka kembali asa mereka untuk merebut gelar juara dari genggaman Pangeran Biru. Namun, jalan menuju tangga juara dipastikan tidak mudah, butuh konsistensi ekstra dan sedikit keberuntungan untuk bisa menggulingkan Persib.
Aditya Setiawan, pengamat sepak bola kondang melalui akun Instagram @sobatpundit, menegaskan bahwa Borneo FC wajib menyapu bersih ketiga laga sisa mereka. "Borneo wajib menang di tiga pertandingan terakhir. Tapi tetap harus berharap Persib Bandung kehilangan poin, terutama saat menghadapi Persija Jakarta," tutur Aditya, Rabu (6/5/2026).
Pundit asal Samarinda ini juga menyoroti pentingnya mengoptimalkan hasil kerja keras tim Pesut Etam sepanjang musim. Meski demikian, keberuntungan tetap menjadi faktor penentu, mengingat Persib Bandung adalah pemegang takhta yang tidak mudah digoyahkan dan memiliki dukungan penuh dari jutaan Bobotoh.
Skema Penentuan Juara: Head-to-Head Jadi Kunci!
Dalam situasi di mana poin kedua tim sama, regulasi BRI Super League memiliki kriteria penentuan peringkat yang ketat. Urutan pertama adalah head-to-head, diikuti oleh selisih gol umum. Ini berarti, setiap detail dalam pertandingan sisa akan sangat krusial. Jika Persib berhasil mempertahankan keunggulan head-to-head, Borneo FC harus bekerja ekstra keras di selisih gol untuk bisa menyalip. Oleh karena itu, Maung Bandung wajib waspada dan fokus penuh di setiap laga.
Aditya memprediksi bahwa Persib Bandung bisa saja tergelincir saat melakoni laga tandang ke markas PSM Makassar, yang selalu menjadi tim tangguh dan penuh kejutan di kandang mereka. Di sisi lain, tantangan terberat bagi Borneo FC justru ada di depan mata, yakni saat menghadapi laga tandang melawan Bali United. "Main di kandang Bali United bukan hal mudah. Itu bisa jadi penentu. Tapi bukan berarti tidak mungkin dimenangkan," jelasnya, menyoroti panasnya persaingan.
Evaluasi dan Strategi Pesut Etam Menuju Sejarah
Meskipun memiliki peluang besar, Aditya Setiawan memberikan catatan penting bagi Borneo FC. Ia menilai lini pertahanan Pesut Etam masih perlu evaluasi mendalam. "Dalam dua laga terakhir, pertahanan masih perlu diperbaiki. Beruntung lawan sebelumnya kurang klinis. Di laga berikutnya harus lebih waspada," tegas Aditya, menggarisbawahi potensi kerentanan mereka.
Namun, secara permainan, tim asuhan Fabio Lefundes dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi juara. Gaya bermain menyerang yang atraktif dan kondisi fisik pemain yang prima menjadi nilai plus bagi Pesut Etam. Konsistensi tanpa banyak perubahan dalam komposisi tim disebut sebagai kunci utama untuk meraih gelar bersejarah dan mengancam posisi Persib.
Tiga Laga Penentu Nasib Borneo FC
- Sabtu, 11 Mei 2026: Tandang ke Kandang Bali United
Borneo FC akan bertandang ke Pulau Dewata menghadapi Bali United. Atmosfer membara di Stadion Kapt. I Wayan Dipta, Gianyar, dan reputasi Serdadu Tridatu yang kerap menyulitkan lawan akan menjadi ujian berat. Tiga poin di laga ini adalah harga mati untuk menjaga asa juara. - Beberapa Hari Setelahnya: Dijamu Persijap Jepara
Tantangan berikutnya datang saat Borneo FC dijamu Persijap Jepara. Meskipun detail jadwal belum disebutkan, laga tandang ini tetap membutuhkan fokus penuh agar tidak kehilangan poin krusial. - Sabtu, 23 Mei 2026: Menjamu Laskar Kie Raha
Di laga terakhir, Borneo FC akan menjamu Laskar Kie Raha dari Maluku Utara. Tim ini berada di posisi keempat klasemen, menjadikannya lawan yang patut diwaspadai karena performa apiknya yang bisa mengganjal mimpi juara Pesut Etam.
Mengukir Sejarah di Tanah Kalimantan
Jika mampu menjadi juara BRI Super League 2025/2026, Borneo FC berpeluang mencatatkan sejarah sebagai klub pertama dari Pulau Kalimantan yang menjuarai kasta tertinggi Liga Indonesia. Ini adalah momentum emas, mengingat dua musim lalu mereka sempat menjadi juara Regular Series, meski harus puas finis di posisi ketiga pada akhir musim.
"Ini momentum untuk mengukir sejarah. Apalagi dua musim lalu mereka sempat jadi juara Regular Series, meski akhirnya finis di posisi tiga," kata Aditya. "Jika konsisten, peluang itu ada. Tinggal bagaimana mereka memaksimalkan tiga laga sisa."
Bobotoh tentu berharap Persib Bandung bisa mempertahankan performa terbaiknya dan tidak terpeleset di sisa pertandingan. Namun, ancaman dari Borneo FC nyata adanya, dan persaingan di puncak klasemen ini menjanjikan akhir musim yang paling menegangkan dalam sejarah Liga 1. Jangan sampai lengah, Maung!
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com