Kabarmaung.com - Euforia juara Persib Bandung mulai terasa di mana-mana. Hanya berjarak satu poin dari gelar Super League 2025/2026, Maung Bandung akan menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (23/5/2026). Namun, di tengah semangat membara Bobotoh, ada peringatan keras datang dari pelatih kepala, Bojan Hodak, dan juga Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan. Keduanya menyerukan agar semua pihak menahan diri dan tetap fokus, demi kelancaran pesta juara yang diharapkan.
Pesan Tegas Bojan Hodak: Lupakan Konvoi!
Pelatih Persib, Bojan Hodak, secara terbuka mengungkapkan ketidaknyamanannya dengan segala pembicaraan mengenai pesta dan konvoi juara yang sudah ramai dibicarakan. Baginya, ini adalah omong kosong yang terlalu dini, mengingat tim belum memenangkan apa pun.
"Sebelum saya bicara soal pertandingan, saya ingin mengatakan sesuatu. Beberapa hari terakhir saya tidak ada di sini, tapi mereka mengirimkan ke saya dan sekarang saya melihat media sosial, dan saya mendengar omong kosong soal konvoi dan semua hal itu," kata Bojan dalam sesi konferensi pers pra-pertandingan.
Bojan menjelaskan, membahas perayaan sebelum waktunya justru bisa menjadi bumerang bagi tim. Ada dua risiko besar yang ia soroti:
- Memotivasi Lawan: Pembicaraan tentang konvoi bisa memicu semangat lawan, dalam hal ini Persijap, untuk memberikan perlawanan yang lebih sengit.
- Kehilangan Fokus Pemain: Pemain Persib bisa saja kehilangan fokus dan menganggap enteng pertandingan, padahal laga ini sangat krusial.
"Menurut saya itu benar-benar tidak masuk akal karena kita belum memenangkan apa pun. Karena kalau kalian terus-terusan menunjukkan hal seperti itu, pertama, kalian akan memotivasi lawan. Kedua, pemain kami bisa kehilangan fokus," tegasnya.
Oleh karena itu, Bojan meminta agar semua pihak menghentikan pembahasan soal pesta dan konvoi. "Jadi berhentilah membicarakan semua hal soal konvoi itu. Saya tidak peduli dengan konvoi, saya hanya peduli dengan pertandingan besok," ujarnya.
Bojan juga mengingatkan bahwa Persijap Jepara bukanlah lawan yang bisa diremehkan. Mereka sedang dalam tren positif dan berhasil mengalahkan Persib di putaran pertama musim ini. "Dan para pemain harus siap 100 persen karena mereka (Persijap) tampil lebih baik daripada Borneo. Mereka punya beberapa hasil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir, jadi mereka jelas berbahaya," tambahnya.
Senada dengan sang pelatih, bek tangguh Persib, Federico Barba, juga menunjukkan sikap profesional. Ia mengaku tidak terbawa euforia karena bagi para pemain, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. "Saya tidak merasakan antusiasme itu karena kami belum mencapai apa pun. Jadi saya sangat fokus pada pertandingan ini," kata Barba. Ia menekankan pentingnya fokus penuh untuk pertandingan yang diperkirakan akan berjalan sulit ini.
Imbauan Penting dari Wagub Jabar: Jaga Ketertiban, Jangan Sweeping Plat B!
Selain Bojan Hodak, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan juga mengeluarkan imbauan penting bagi Bobotoh dan seluruh masyarakat Jawa Barat. Menjelang kemungkinan pesta juara, Erwan mengingatkan agar perayaan dilakukan dengan tertib dan penuh rasa syukur, tanpa tindakan yang merugikan.
"Saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Bandung dan Jawa Barat para bobotoh dimana pun berada kita syukuri Persib juara ini dengan penuh suka cita, dengan rasa syukur, tidak ada aksi aksi yang merugikan diri sendiri dan juga orang lain," kata Erwan.
Erwan secara khusus menyoroti potensi tindakan "sweeping" kendaraan yang kerap terjadi saat euforia sepak bola. Ia meminta agar tidak ada lagi aksi menghentikan atau merusak kendaraan, apalagi hanya karena pelat nomor luar daerah.
"Persaingan hanya 90 menit di lapangan. Jadi jangan ada aksi sweeping kendaraan, perusakan kendaraan di jalanan," tegasnya. Ia menambahkan bahwa tidak semua kendaraan berplat nomor luar Bandung adalah pendukung tim lawan. Bahkan, banyak warga Bandung yang memiliki plat B.
"Karena belum tentu yang menggunakan kendaraan plat luar Bandung ini mereka bukan orang Bandung, banyak orang Bandung saya juga punya plat B," jelas Erwan. "Jadi jangan berbuat anarkis, mungkin saja itu saudara kita. Karena melihat plat B, dipukul kacanya atau ditendang."
Lebih lanjut, Wagub Erwan menekankan pentingnya sikap sebagai tuan rumah yang baik. Jika ada pendatang dari luar daerah yang turut merayakan, mereka harus disambut dengan ramah. "Sekalipun warga Jakarta yang datang ke sini ya mereka kan tamu, jadi kita sebagai tuan rumah harus menyambut mereka, harus berbuat baik kepada tamu. Belum tentu mereka juga pendukung timnya di sana. Banyak orang Jakarta juga yang menjadi bobotoh yang mendukung Persib," pungkasnya.
Imbauan dari Bojan Hodak dan Wagub Erwan Setiawan ini adalah pengingat penting bagi seluruh Bobotoh untuk tetap menjaga sportivitas dan fokus hingga peluit akhir berbunyi. Mari rayakan potensi juara Persib dengan cara yang beradab dan membanggakan!
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com