Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Bintang Persib Bersinar Ada yang Absen Kontroversi Teja Paku Alam

Kabarmaung.com - Persib Bandung terus menunjukkan dominasinya di kancah Super League 2025/2026, mendekati gelar juara ketiga secara beruntun. Di tengah euforia ini, kabar gembira datang dengan masuknya dua pilar Maung Bandung dalam daftar Nominasi Pemain Terbaik musim ini. Tak hanya itu, nahkoda tim, Bojan Hodak, juga kembali bersaing untuk gelar pelatih terbaik.

Namun, di balik rentetan prestasi gemilang ini, ada satu nama yang justru memicu tanda tanya besar dan menjadi sorotan hangat di kalangan Bobotoh. Teja Paku Alam, kiper andalan Persib yang tampil konsisten dengan catatan clean sheet terbanyak sepanjang musim, secara mengejutkan tak masuk dalam nominasi penjaga gawang terbaik. Sebuah keputusan yang terasa janggal, mengingat perannya yang krusial menjaga kokohnya lini pertahanan Maung Bandung.

Dua Bintang Persib Raih Nominasi Pemain Terbaik Super League

Operator kompetisi, I.League, telah resmi mengumumkan daftar nominasi untuk berbagai penghargaan individu prestisius Super League musim ini. Persib Bandung patut berbangga, menjadi salah satu klub dengan wakil terbanyak dalam daftar tersebut.

Di kategori Best Player, dua nama penggawa Persib menjadi sorotan utama:

  • Federico Barba: Bek asal Italia ini adalah tembok kokoh di jantung pertahanan Persib. Dengan performa yang stabil dan kepemimpinannya di lini belakang, Barba menjadi figur sentral yang tak tergantikan. Kontribusinya tak hanya di pertahanan, ia juga menorehkan lima gol, 29 tekel sukses, 100 intersep, dan 60 clearances sepanjang musim. Barba akan bersaing ketat dengan Mariano Peralta dan Juan Villa dari Borneo FC, serta Allano Brendon dari Persija Jakarta.
  • Beckham Putra: Gelandang muda penuh talenta ini terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan. Beckham menjelma menjadi motor serangan dan kreativitas lini tengah Maung Bandung. Dengan catatan 26 peluang tercipta, 138 progressive passes, tiga assist, dan tiga gol, mobilitas serta visi permainannya membuat Persib lebih hidup.

Bojan Hodak Kembali Calon Pelatih Terbaik

Keberhasilan Persib memimpin klasemen dan menjaga performa konsisten di jalur juara tak lepas dari tangan dingin sang pelatih, Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia ini kembali masuk nominasi Best Coach untuk kali ketiga secara beruntun, sebuah bukti nyata akan kualitas dan strateginya yang mumpuni. Di dua musim sebelumnya, penghargaan ini berhasil ia sabet, menunjukkan dominasi tak terbantahkan.

Bojan Hodak akan bersaing dengan Fabio Lefundes dari Borneo FC Samarinda dan Paul Munster dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam perebutan gelar pelatih terbaik.

Kontroversi Teja Paku Alam: Kiper Terbaik dengan 18 Clean Sheet Tak Masuk Daftar?

Sorotan paling tajam justru tertuju pada kategori Best Goalkeeper. Di tengah dominasi Persib dalam daftar nominasi, absennya nama Teja Paku Alam menjadi buah bibir. Padahal, Teja musim ini tampil sangat solid di bawah mistar gawang Maung Bandung. Ia mencatatkan jumlah clean sheet terbanyak di Super League, dengan total 18 kali, sebuah statistik yang sulit diabaikan. Teja berkali-kali menjadi penyelamat Persib di momen-momen krusial, menunjukkan refleks luar biasa dan konsistensi tinggi.

Namun, I.League justru memasukkan tiga nama kiper lain: Nadeo Argawinata (Borneo FC), Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta), dan Igor Rodrigues (Persita Tangerang). Keputusan ini memunculkan banyak pertanyaan dari Bobotoh dan pengamat sepak bola, mengapa kiper dengan statistik gemilang seperti Teja tidak mendapatkan apresiasi yang layak.

Selain itu, nominasi lain yang juga diumumkan adalah:

  • Best Young Player: Dony Tri Pamungkas (Persija), Rivaldo Pakpahan (Borneo FC), dan Cahya Supriadi (PSIM).
  • Best Goal: Tiga gol spektakuler milik Hokky Caraka (Persita), Rendy Sanjaya (Madura United), dan M. Iqbal (PSIM).

Penjelasan I.League: Lebih dari Sekadar Angka Statistik?

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, angkat bicara terkait proses penilaian penghargaan ini. Ia menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan kombinasi statistik, evaluasi mendalam dari Technical Study Group (TSG), kontribusi pemain terhadap tim, serta aspek sportivitas dan konsistensi performa sepanjang musim.

"Kompetisi musim ini berjalan sangat menarik hingga pekan terakhir. Persaingan tidak hanya terjadi dalam perebutan gelar juara, tetapi juga dalam penampilan individu yang konsisten dan berdampak besar bagi tim masing-masing. Nominasi ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras, kualitas, dan kontribusi mereka sepanjang musim," ujar Ferry Paulus dikutip dari laman resmi iLeague, Rabu (20/5/2026).

Ferry Paulus juga menegaskan bahwa penilaian dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berpatokan pada angka statistik semata. "Kami ingin penghargaan ini benar-benar mencerminkan kualitas terbaik kompetisi. Karena itu, penilaian dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan angka statistik, tetapi juga dampak pemain dan pelatih terhadap permainan tim," pungkasnya, mencoba menjawab keraguan publik, terutama terkait absennya Teja Paku Alam.

Terlepas dari kontroversi, dominasi Persib dalam daftar nominasi ini jelas menunjukkan kualitas skuad dan pelatih. Pertanyaannya, apakah Teja Paku Alam memang 'terlewatkan' atau ada kriteria penilaian lain yang belum sepenuhnya dipahami publik? Misteri ini tentu akan terus menjadi perbincangan hangat.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Bintang Persib Bersinar Ada yang Absen Kontroversi Teja Paku Alam
  • Bintang Persib Bersinar Ada yang Absen Kontroversi Teja Paku Alam
  • Bintang Persib Bersinar Ada yang Absen Kontroversi Teja Paku Alam
  • Bintang Persib Bersinar Ada yang Absen Kontroversi Teja Paku Alam
  • Bintang Persib Bersinar Ada yang Absen Kontroversi Teja Paku Alam
  • Bintang Persib Bersinar Ada yang Absen Kontroversi Teja Paku Alam
Posting Komentar
Tutup Iklan