Kabarmaung.com - Dunia sepak bola Indonesia kembali dihebohkan dengan sebuah insiden yang melibatkan Suporter dua klub raksasa, Persib Bandung dan Persija Jakarta. Sebuah video keributan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan viral di media sosial, memicu kekhawatiran publik tentang Rivalitas yang tak pernah padam.
Detik-detik Kericuhan di Bandara Balikpapan
Insiden ini terjadi pada Senin (11/6/2026) sekitar pukul 11.36 Wita, saat rombongan pemain dan official Persib Bandung hendak kembali setelah melakoni pertandingan Super League 2025/2026 di Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka berada di ruang tunggu Gate 1 untuk penerbangan Garuda Indonesia GA 567.
Ketegangan mulai memuncak ketika di area Gate 6, sekelompok suporter Persija Jakarta juga berada. Saat para pemain dan official Persib bergerak menuju boarding, terdengar aksi provokasi verbal berupa "taunting" dan ejekan dari kelompok suporter Persija. Situasi ini, seperti percikan api di tumpukan jerami, langsung memanaskan suasana di ruang tunggu keberangkatan domestik bandara.
Meskipun sempat memanas dan menjadi perhatian banyak penumpang lain, pihak bandara melalui General Manager R Iwan Winaya Mahdar, memastikan bahwa tidak terjadi aksi pemukulan maupun kerusakan fasilitas. "Situasi sempat memanas karena ada aksi saling ejek antar kelompok penumpang. Tapi petugas Avsec bersama kepolisian langsung melakukan penanganan cepat sehingga situasi bisa segera dikendalikan," terang Iwan.
Respon Cepat Petugas Menghindari Konflik Fisik
Kesigapan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara SAMS Sepinggan bersama personel Polsek Kawasan Bandara patut diacungi jempol. Mereka bergerak cepat melakukan penyekatan dan memisahkan kedua kelompok suporter untuk mencegah kontak fisik yang lebih jauh. Sebagian penumpang bahkan diarahkan menuju gate berbeda dengan pengawalan ketat demi menjamin keamanan mereka.
Kapolsek Kawasan Bandara Sepinggan, AKP Muhammad Akbar Pontoh, turut memantau langsung kondisi di lapangan. Ia membenarkan bahwa tidak ada pemukulan yang terjadi. "Yang terjadi aksi saling ejek antar suporter. Situasi langsung diamankan petugas dan seluruh rangkaian keberangkatan berjalan aman dan kondusif," jelas Akbar.
Prioritas utama bandara adalah keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa. Berkat koordinasi yang baik dan kesigapan personel, insiden ini berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari 20 menit, tanpa mengganggu operasional penerbangan yang ada. Penerbangan Garuda Indonesia GA 567 dan Super Air Jet IU 603 pun tetap berangkat sesuai jadwal.
Rivalitas Abadi dan Pentingnya Sportivitas
Insiden ini sekali lagi menyoroti rivalitas tinggi antara suporter Persib dan Persija yang sudah berlangsung lama. Meski di lapangan para pemain saling beradu strategi dan kekuatan, semangat sportivitas dan saling menghormati seyogyanya juga tercermin di luar lapangan, terutama di ruang publik seperti bandara.
Pihak kepolisian mengakui bahwa rivalitas kedua suporter ini memang sangat tinggi, sehingga pengamanan ekstra selalu menjadi keharusan untuk mencegah gesekan yang lebih besar. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak, baik suporter maupun panitia pelaksana, untuk terus mengedepankan keamanan dan ketertiban. Mari bersama-sama menciptakan iklim sepak bola yang damai dan menjunjung tinggi sportivitas.
- Pentingnya kontrol emosi bagi suporter di tempat umum.
- Peran vital petugas keamanan dalam menjaga ketertiban.
- Harapan untuk rivalitas yang sehat dan tanpa kekerasan.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com