Kabarmaung.com - Pekan ke-29 Super League 2025/2026 akan menjadi panggung duel panas yang mempertemukan dua tim klasik, Persib Bandung melawan Arema FC. Maung Bandung dijadwalkan menjamu tim berjuluk Singo Edan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (24/4/2026) malam. Pertandingan ini bukan hanya sekadar perebutan poin, melainkan juga bagian krusial dalam ambisi Persib untuk menjaga asa di jalur perburuan gelar juara.
Namun, di balik atmosfer kompetitif yang akan tersaji, ada satu isu yang menjadi sorotan utama jelang laga ini: potensi kehadiran Suporter Arema FC, Aremania, di tribune GBLA. Meskipun regulasi I-League secara tegas melarang suporter tim tamu menghadiri laga tandang, hubungan baik yang telah terjalin antara Bobotoh dan Aremania dalam beberapa musim terakhir kerap memunculkan momen kebersamaan di satu tribun.
Antisipasi Kehadiran Aremania di GBLA
Potensi kehadiran Aremania ini sontak menarik perhatian Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Beliau mewanti-wanti dan berharap agar aturan terkait larangan suporter tim tamu dapat dihormati demi menjaga kondusifitas. “Saya sangat menghargai dukungan dari Aremania kepada klubnya. Tapi kita kan tahu bahwa sebetulnya pertandingan tandang ini sebaiknya tidak dihadiri oleh pendukung dari tim tamu,” ujar Farhan pada Kamis (23/4/2026).
Farhan menegaskan pentingnya ketaatan terhadap regulasi yang ada. Ia berharap Aremania bisa memberikan dukungan terbaiknya melalui layar televisi dan tidak memaksakan diri datang ke stadion. “Kita mengharapkan dukungan yang bisa diberikan oleh Aremania sebatas di televisi saja. Kita sama-sama menghormati dan menghargai berbagai macam peraturan dan menjaga agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Pesan Penting dari Wali Kota Bandung
Kekhawatiran Wali Kota Bandung ini bukan tanpa alasan. Beliau tidak ingin ada insiden yang tidak diinginkan selama pertandingan berlangsung, baik di dalam maupun di luar lapangan. Menjaga citra baik sepak bola Indonesia adalah tanggung jawab bersama, termasuk para suporter. “Kita ingin pertandingan sepakbola tetap kondusif, dan kita semua punya tanggung jawab memastikan bahwa sepakbola dan para pendukung sepakbola ini selalu memiliki citra yang baik di mata masyarakat,” tegasnya.
Larangan suporter tandang memang diterapkan untuk meminimalisir potensi bentrok atau hal-hal negatif lainnya yang bisa merusak jalannya kompetisi. Meskipun persahabatan antara Bobotoh dan Aremania patut diapresiasi, ketaatan pada regulasi tetap menjadi prioritas utama demi keamanan dan kelancaran penyelenggaraan pertandingan di GBLA.
Optimisme Wali Kota untuk Persib
Terlepas dari isu suporter, Wali Kota Muhammad Farhan juga menyampaikan optimismenya terhadap performa Persib Bandung. Beliau yakin Maung Bandung akan mampu menuntaskan perlawanan Arema FC dengan kemenangan meyakinkan. Bahkan, Farhan berani memprediksi skor akhir 2-0 untuk kemenangan Persib. Prediksi ini bukan tanpa dasar, mengingat performa apik Persib di laga-laga sebelumnya.
“Prediksi 2-0 tetep yah. Kemarin juga saya sangat seneng permainan kemaren. Kita dicurangi dua kali, tapi tidak patah semangat kita kejar terus sampai 2-2, edan lah,” pungkas Farhan, mengenang perjuangan Persib yang pantang menyerah. Semangat juang seperti inilah yang diharapkan dapat terus ditunjukkan oleh para Pangeran Biru saat menghadapi Arema FC. Kemenangan di kandang sendiri akan menjadi modal berharga bagi Persib dalam perjalanannya mengarungi sisa musim.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com