Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Umuh Muchtar Murka Besar Wasit Rugikan Persib Lawan Dewa United

Kabarmaung.com - Suasana di kubu Persib Bandung memanas pasca hasil imbang 2-2 melawan Dewa United dalam laga lanjutan Liga 1. Bukan hanya para pemain dan jutaan Bobotoh yang merasakan kekecewaan mendalam, tetapi Komisaris Persib, Umuh Muchtar, pun terang-terangan meluapkan emosinya. Ia menuding kinerja wasit Yoko Suprianto sebagai biang kerok utama di balik hasil yang kurang memuaskan tersebut, yang menurutnya sangat merugikan Maung Bandung.

Pertandingan yang sejatinya bisa menjadi momentum penting bagi Persib untuk terus merangsek di papan atas, justru berakhir dengan rasa frustrasi. Bagi Umuh, hasil imbang ini bukan semata cerminan performa di lapangan, melainkan dipengaruhi secara signifikan oleh keputusan-keputusan kontroversial yang diambil sang pengadil lapangan hijau.

Drama Gol Kontroversial dan Kinerja Wasit yang Dipertanyakan

Pangkal kekecewaan Umuh bermula dari gol pertama Dewa United. Momen krusial itu terjadi ketika bola diduga keras telah melewati garis gawang dan keluar lapangan sebelum akhirnya dikirim kembali ke dalam dan berujung gol. "Tidak bagus ya (hasil) ini. Kita draw karena wasit, terus terang saja, ini karena wasit, kalau ini mah mutlak karena wasit. Bola sudah keluar saja disahkan. Yang pertama itu mutlak keluar, mutlak bola di luar," tegas Umuh dengan nada tinggi.

Ia menambahkan, para pemain Persib sempat menghentikan pergerakan mereka, mengira bola sudah keluar dan akan ada keputusan dari wasit. "Makanya dari kita pun pada diam semuanya, dibiarkan, karena sudah tahu bahwa itu bola di luar. Saya sedih lah ya, sedih juga lihat bobotoh, terharu saya. Ini saya sangat sakit lah, masa kita dikalahkan sama wasit," tuturnya, menggambarkan betapa pilunya melihat kekecewaan yang turut dirasakan para suporter setia.

Pertanyaan besar juga muncul mengenai penggunaan Video Assistant Referee (VAR). Meskipun sempat dilakukan pengecekan, wasit Yoko Suprianto tidak melakukan on-field review untuk memastikan keputusan secara langsung, yang tentunya menimbulkan keraguan besar di benak Umuh dan seluruh tim. "Makanya kenapa nggak dibuka VAR yang pertama? VAR bukannya sudah jelas itu? Gila itu wasit ya. Kan dibuka semuanya bola sudah di luar. Masa yang difoto saja bisa, masa VAR tidak ada? Aneh kan," ujar Umuh, mempertanyakan efektivitas dan transparansi VAR dalam pertandingan tersebut.

Kritik Pedas Terhadap Perwasitan dan Harapan pada Erick Thohir

Kekecewaan Umuh semakin memuncak dengan gol kedua Dewa United yang juga dianggap bermasalah. Bola sapuan pemain Persib disebut sempat mengenai tangan pemain lawan sebelum akhirnya berujung gol. Rentetan kejadian ini membuat Umuh pesimistis jika protes resmi akan membawa perubahan berarti. "Buat apa kita protes pun percuma, tidak ada protes yang dikabulkan, tidak ada. Apa yang akan mengabulkan? Karena mereka pun mungkin sudah ada niatan ya," ucapnya dengan nada pasrah namun penuh amarah.

Situasi ini lantas memicu kritik keras Umuh terhadap kondisi perwasitan di Indonesia secara keseluruhan, yang menurutnya memerlukan perhatian serius dari federasi PSSI. "Iya jadi catatan saja, tapi ini sudah kebiasaan seperti ini. Mudah-mudahan Erick Thohir akan lebih jeli. Erick Thohir jangan takut, bahaya ini, mau ke mana sepak bola Indonesia ini, perwasitan di Indonesia," serunya, menyerukan agar Ketua Umum PSSI turun tangan mengatasi masalah krusial ini.

Umuh menegaskan bahwa Persib seharusnya bisa meraih hasil yang lebih baik dan bahkan kemenangan jika pertandingan berjalan fair dan bebas dari keputusan kontroversial. "Ya kita dikalahkan sama wasit. Bola sudah keluar dan sudah out, bukan 1-2 senti ya. Kalau cuma 5-10 senti mungkin dia tidak lihat. Ini kan jauh sekali bolanya. Kita punya data. Ini saya akan viralkan data ini biar tahu seluruh Indonesia keadaannya," ungkapnya, mengisyaratkan akan membuka bukti-bukti yang ia miliki kepada publik.

Tetap Optimis Menatap Asa Juara Liga 1

Di tengah badai kekecewaan yang melanda, Umuh Muchtar tetap berusaha membakar semangat para pemain usai laga. Ia menegaskan bahwa peluang juara Liga 1 masih terbuka lebar dengan enam pertandingan tersisa yang harus dimaksimalkan. "Semuanya kecewa, para pemain sangat sakit. Tapi saya sudah menyampaikan, masih ada waktu enam laga lagi. Menang, menang, menang, intinya di situ. Kalian tetap semangat, insyaallah kita juara. Tapi memang sekarang jadi ketar-ketir gitu kan," pungkasnya, menunjukkan bahwa semangat juang Maung Bandung tak boleh padam meskipun dihantam keputusan yang merugikan.

Harapan untuk meraih gelar juara tetap menjadi prioritas utama, dan setiap poin dalam sisa pertandingan akan sangat menentukan. Tekad Umuh untuk "memviralkan data" menunjukkan keseriusan manajemen dalam menyikapi isu perwasitan ini, demi masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Umuh Muchtar Murka Besar Wasit Rugikan Persib Lawan Dewa United
  • Umuh Muchtar Murka Besar Wasit Rugikan Persib Lawan Dewa United
  • Umuh Muchtar Murka Besar Wasit Rugikan Persib Lawan Dewa United
  • Umuh Muchtar Murka Besar Wasit Rugikan Persib Lawan Dewa United
  • Umuh Muchtar Murka Besar Wasit Rugikan Persib Lawan Dewa United
  • Umuh Muchtar Murka Besar Wasit Rugikan Persib Lawan Dewa United
Posting Komentar
Tutup Iklan