Kabarmaung.com - Persib Bandung akhirnya harus merasakan pil pahit di kandang sendiri. Rekor tak terkalahkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang selama ini menjadi benteng pertahanan Maung Bandung, harus ternoda di pekan ke-29 Super League 2025/26. Adalah Arema FC, tim yang berhasil memecahkan rekor impresif tersebut dengan menahan imbang Persib 0-0. Hasil ini menjadikan Singo Edan satu-satunya tim yang mampu mencuri poin dari Pangeran Biru di kandang mereka sepanjang musim ini.
Kebanggaan Marcos Santos atas Performa Arema di GBLA
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Dengan wajah semringah, ia menyebut laga kontra Persib bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan ujian maha berat yang berhasil dilalui timnya dengan gemilang. "Itu pertandingan yang sulit. Kami menghadapi kandidat juara yang dipimpin oleh pelatih hebat, yang sudah memasuki musim ketiganya dengan dua gelar dan sedang berjuang untuk gelar ketiga. Sementara itu, saya di sini baru menjalani 14 pertandingan," ungkap Marcos usai laga. Perbandingan ini menunjukkan betapa besar tantangan yang harus dihadapi Arema, namun mereka mampu menjawabnya dengan performa impresif.
Marcos menegaskan, bermain di GBLA selalu menghadirkan tekanan mental dan fisik yang luar biasa bagi tim tamu. Namun, Singo Edan mampu merespons tantangan tersebut dengan disiplin taktis dan kerja keras tanpa henti sepanjang 90 menit pertandingan. "Kami tahu betapa sulitnya bermain di sini. Jadi saya bangga dengan tim saya, para pemain, atas dedikasi yang mereka tunjukkan, baik dedikasi taktis melalui disiplin maupun komitmen mereka di lapangan," pujinya.
Satu Poin Berharga dan Apresiasi Suporter Lawan
Bagi Marcos Santos, satu poin yang dibawa pulang dari Bandung bukan sekadar angka di papan klasemen, melainkan modal penting untuk proses perkembangan timnya yang masih muda. "Kami pulang dari sini dengan satu poin yang sangat penting untuk perkembangan kami," tegasnya. Lebih dari hasil akhir, Marcos juga menyoroti atmosfer pertandingan yang luar biasa dan bahkan mengaku terkesan dengan apresiasi dari suporter lawan. Momen ini menjadi sorotan tersendiri, di mana pendukung Persib turut memberikan tepuk tangan atas perjuangan Arema.
"Mendapat tepuk tangan dari penggemar lawan itu jarang terjadi dalam sepak bola. Ini adalah pujian bagi para pemain yang telah memberikan yang terbaik dan tampil baik dalam pertandingan, dan para penggemar mengakui hal itu," ucapnya. Ia melanjutkan, "Saya pikir para penggemar kami pulang dengan bangga melihat tim yang gigih, para pemain pejuang yang kini memiliki semangat Arema. Meskipun tidak memenangkan pertandingan, mereka tetap senang melihat apa yang telah dilakukan para pemain, dengan begitu banyak komitmen dan dedikasi untuk para penggemar kami." Pengakuan dari pelatih lawan ini patut menjadi cerminan bahwa pertandingan di GBLA kali ini menyajikan tontonan berkualitas tinggi.
Strategi Disiplin Arema Redam Kunci Persib
Sementara itu, striker andalan Arema FC, Joel Vinicius, turut memberikan pandangannya. Menurutnya, timnya tampil sangat disiplin dalam meredam kekuatan utama Persib Bandung. Strategi yang telah disiapkan oleh tim pelatih berjalan efektif di lapangan, membuat para pemain kunci Maung Bandung kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka. "Kami tahu betapa beratnya pertandingan ini dan apa artinya bagi kami. Dalam permainan, kami memahami kekuatan mereka dan berhasil menetralisir pemain-pemain kunci mereka," ujarnya.
Meskipun demikian, Joel Vinicius tidak menampik bahwa Persib tetap memiliki beberapa peluang berbahaya yang berpotensi mengubah jalannya laga. Ini menunjukkan bahwa Maung Bandung, meski tertahan, tetap merupakan tim yang sangat mengancam. "Meski begitu, mereka tetap memiliki beberapa peluang, yang dalam situasi tertentu bisa saja membuat mereka meraih kemenangan," pungkasnya, mengakui kekuatan nyata dari Pangeran Biru.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com