Kabarmaung.com - Duel klasik penuh gengsi akan tersaji di pekan ke-29 Super League 2025/26 saat Persib Bandung menjamu rival abadi Arema FC. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat, 24 April 2026 malam. Namun, di balik antusiasme besar, terselip sebuah regulasi ketat yang melarang kehadiran Suporter tim tamu, Aremania, di stadion. Meskipun demikian, semangat persaudaraan dari Bobotoh justru membara, menawarkan sambutan hangat di tengah aturan yang berlaku.
Larangan Keras untuk Aremania di GBLA
Manajemen Persib Bandung secara tegas mengimbau Aremania untuk tidak datang langsung ke Stadion GBLA. Larangan ini bukan tanpa alasan, melainkan merujuk pada Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/26. Regulasi tersebut secara jelas menyatakan bahwa suporter tim tamu masih dilarang hadir menyaksikan pertandingan di masa transisi transformasi sepak bola nasional. Head of Communications Persib, Adhi Pratama, menegaskan komitmen klub untuk mematuhi aturan tersebut demi menjaga kondusivitas kompetisi dan kelancaran proses transformasi.
"Kami mengimbau rekan-rekan Aremania untuk tidak datang ke Stadion GBLA. Berdasarkan Pasal 5 ayat 7 regulasi musim ini, kehadiran suporter tamu masih dilarang," ujar Adhi Pratama. Ia menambahkan, klub akan dimintai pertanggungjawaban penuh jika terjadi pelanggaran, sehingga kepatuhan menjadi prioritas utama. Ini menunjukkan keseriusan Persib dalam mengikuti regulasi federasi, sekaligus menjaga iklim pertandingan yang aman dan tertib.
Pengamanan Ketat dan Komitmen Transformasi Sepak Bola
Untuk memastikan aturan tersebut ditegakkan, Panitia Pelaksana (Panpel) Persib Bandung telah diperintahkan untuk memperketat pengamanan di seluruh area stadion. Prosedur penyaringan ketat akan diterapkan di setiap pintu masuk guna mencegah potensi kehadiran suporter tamu. Langkah ini sejalan dengan Pasal 5 ayat 8 regulasi kompetisi, yang mewajibkan panpel menyiapkan sistem pengamanan serta rencana keselamatan sesuai dengan Regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI 2021.
Adhi Pratama menjelaskan, tindakan ini murni merupakan implementasi dari keputusan federasi dan komitmen liga untuk memastikan transformasi sepak bola nasional berjalan sesuai jalur yang telah ditetapkan. Persib Bandung, sebagai salah satu klub besar di Indonesia, merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh dalam kepatuhan terhadap regulasi. Manajemen pun mengajak seluruh suporter, baik Bobotoh maupun Aremania, untuk tetap mendukung timnya masing-masing dengan cara yang bijak, tanpa memaksakan hadir di stadion lawan yang melanggar aturan.
Bobotoh Buka Lengan Lebar untuk Aremania
Ironisnya, di tengah larangan resmi tersebut, muncul gelombang persaudaraan dari Bobotoh yang siap menyambut kedatangan Aremania di Kota Bandung. Sekretaris Umum Viking Persib Club, Arlan Sidha, mengungkapkan bahwa sejak jauh hari, Aremania telah menjalin silaturahmi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat perihal rencana kehadiran mereka di laga krusial ini. Ini menunjukkan sebuah dinamika unik yang jarang terjadi di sepak bola Indonesia.
Arlan menegaskan bahwa tujuan utama kehadiran Aremania adalah untuk bersilaturahmi dengan Bobotoh, selain tentu saja memberikan dukungan moral bagi tim kesayangan mereka, Singo Edan. "Memang secara aturan tidak diperbolehkan ya. Tapi teman-teman Arema jauh-jauh hari sudah melakukan sowan dan juga meminta izin pada pihak kepolisian. Teman-teman Aremania juga menjamin tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Arlan, memberikan gambaran tentang koordinasi yang telah dilakukan.
Situasi ini menciptakan sebuah paradoks: aturan melarang, namun semangat persaudaraan dan komunikasi antar suporter memungkinkan adanya titik temu. Arlan menjelaskan, "Saya pikir kehadiran Aremania murni mereka ingin bersilaturahmi dengan Bobotoh. Memang ada aturan yang tidak memperbolehkan, tapi situasi kondisi lapangan memungkinkan untuk hadir." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun ada regulasi, kondisi di lapangan dan jaminan dari kedua belah pihak bisa menjadi pertimbangan.
Fokus Dukungan untuk Maung Bandung di GBLA
Meskipun ada nuansa unik mengenai kehadiran Aremania, prioritas utama Bobotoh tetaplah memberikan dukungan penuh kepada Persib Bandung. Arlan Sidha berpesan kepada seluruh Bobotoh untuk mengarahkan seluruh energi dan fokus pada pertandingan nanti, demi memuluskan langkah Maung Bandung meraih gelar juara.
"Besok adalah final untuk Persib, jadi kita fokuskan untuk mendukung Persib. Terlepas Aremania hadir, ya kita sambut baik, tapi yang terpenting adalah semua energi kita kerahkan supaya Persib bisa menang dan menyelesaikan 6 pertandingan sisa untuk jadi juara," pungkas Arlan. Semangat ini menunjukkan kematangan suporter Persib yang mampu membedakan antara rivalitas di lapangan dengan persaudaraan di luar lapangan, sembari tetap menjaga fokus pada tujuan besar tim. Ini adalah contoh nyata bagaimana sepak bola bisa menjadi jembatan persatuan, bahkan di tengah aturan yang memisahkan.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com