Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Borneo FC: Menguak Sejarah Klub Rival Persib di Liga 1

Kabarmaung.com - Borneo FC Samarinda, dijuluki Pesut Etam, telah menjelma menjadi salah satu kekuatan menakutkan di kancah Sepak Bola Indonesia. Klub yang bermarkas di Kalimantan Timur ini tidak hanya dikenal karena performa impresifnya di lapangan, tetapi juga berkat dukungan fanatik dari basis suporter militan mereka, Pusamania. Loyalitas dan semangat yang tak pernah padam dari Pusamania menjadi fondasi utama sebelum Borneo FC resmi didirikan, menjadikannya lebih dari sekadar kelompok pendukung, melainkan bagian integral dari identitas klub.

Mengukir Sejarah: Kelahiran Pusamania dan Borneo FC

Kisah Pusamania dimulai jauh sebelum Borneo FC berdiri. Kelompok suporter ini, yang merupakan singkatan dari Putra Samarinda Mania, secara resmi didirikan pada 9 April 1994. Awalnya, mereka adalah pendukung setia klub Persatuan Sepak Bola Putra Mahakam (PUMA), yang kemudian berganti nama menjadi PS Putra Samarinda.

Pada masa kompetisi Kodak Galatama 1994/1995, kedatangan mantan pemain tim nasional, Bambang Nurdiansyah, ke PUMA menjadi titik balik. Bambang terkejut melihat tingginya antusiasme masyarakat Samarinda terhadap sepak bola. Momen ini dimanfaatkan untuk melakukan perubahan signifikan, termasuk pergantian nama klub menjadi PS Putra Samarinda dan pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Samarinda untuk pembinaan pemain muda.

Tahun 1994 menjadi tonggak sejarah penting bagi sepak bola Samarinda. Bukan hanya lahirnya Pusamania dan SSB PUSAM, tetapi juga perubahan nama klub menjadi Persisam Putra Samarinda (PUSAM). Inisiatif ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai tokoh penting sepak bola Kaltim, termasuk Harbiansyah H, Lamtana, serta Wali Kota Samarinda kala itu, H.A. Waris Husain. Kehadiran Pusamania disambut meriah, menunjukkan betapa besar kerinduan masyarakat akan klub kebanggaan daerah.

Transformasi dan Kebangkitan Borneo FC

Seiring berjalannya waktu, keinginan Pusamania untuk memiliki klub yang benar-benar murni putra daerah semakin kuat. Impian ini akhirnya terwujud berkat dukungan dari pengusaha Samarinda, Said Amin. PT Nahusam Pratama Indonesia, yang dipimpin oleh putra Said Amin, Nabil Husien Said Amin, mengakuisisi lisensi klub Divisi Utama Perseba Bangkalan. Ini menjadi cikal bakal berdirinya Pusamania Borneo FC (PBFC), yang kemudian dikenal sebagai Borneo FC.

Borneo FC, dengan Stadion Segiri Samarinda sebagai markas kebanggaan, tak butuh waktu lama untuk mencatatkan namanya di kancah sepak bola nasional. Hanya dalam waktu kurang dari setahun sejak didirikan pada 7 Maret 2014, mereka berhasil meraih gelar juara Divisi Utama LIGA Indonesia 2014. Sebuah prestasi luar biasa yang menunjukkan potensi besar klub berjuluk Pesut Etam ini.

Sebagai identitas, Borneo FC memiliki maskot bernama Orca, boneka ikan pesut yang mengenakan jersey oranye dengan nomor punggung 94. Nama Orca sendiri diambil dari nama latin Pesut, Orcaella brevirostris, menegaskan akar lokal klub.

Prestasi Gemilang dan Tantangan di Liga 1

Dukungan tak tergoyahkan dari Pusamania memang terbukti menjadi energi pendorong bagi Borneo FC untuk meraih berbagai prestasi. Selama lebih dari satu dekade berkiprah, Pesut Etam telah mengukir catatan yang patut diacungi jempol:

  • 2014 - Juara Liga Indonesia Divisi Utama (sekarang Liga 2)
  • 2015 - Semifinalis Piala Jenderal Sudirman
  • 2016 - Juara Piala Gubernur Kaltim
  • 2017 - Runner Up Piala Presiden
  • 2018 - Semifinalis Piala Gubernur Kaltim
  • 2019 - Semifinalis Piala Indonesia
  • 2022 - Runner Up Piala Presiden
  • 2024 - Juara Liga 1 Reguler Season (2023/2024)
  • 2024 - Juara 3 Liga 1 Championship Series (2023/2024)
  • 2024 - Runner Up Piala Presiden

Musim 2024/2025 menjadi tantangan tersendiri bagi Borneo FC. Meski tampil dominan di Reguler Season 2023/2024, mereka hanya mampu mengakhiri musim 2024/2025 di posisi kelima klasemen BRI Liga 1 dengan 56 poin dari 34 laga. Namun, semangat juang Pesut Etam tidak pernah padam.

Kini, dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026, Borneo FC kembali menunjukkan tajinya. Dengan sisa tujuh laga, mereka berhasil mempertahankan posisi kedua di papan klasemen sementara dengan perolehan 60 poin. Posisi ini menempatkan mereka sebagai salah satu pesaing serius untuk perebutan gelar juara, dengan ketertinggalan empat poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung.

Persaingan ketat membuat Borneo FC tidak boleh lengah. Anak asuh Fabio Lefundes harus terus berjuang untuk mengejar ketertinggalan poin dari Maung Bandung. Selain itu, mereka juga perlu mewaspadai ancaman dari tim lain seperti Persija Jakarta yang terus membayangi dengan selisih lima poin di bawahnya. Perjalanan Borneo FC di sisa musim ini dipastikan akan penuh drama dan persaingan ketat, terutama dalam upaya mereka menantang dominasi Persib Bandung di puncak.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Borneo FC: Menguak Sejarah Klub Rival Persib di Liga 1
  • Borneo FC: Menguak Sejarah Klub Rival Persib di Liga 1
  • Borneo FC: Menguak Sejarah Klub Rival Persib di Liga 1
  • Borneo FC: Menguak Sejarah Klub Rival Persib di Liga 1
  • Borneo FC: Menguak Sejarah Klub Rival Persib di Liga 1
  • Borneo FC: Menguak Sejarah Klub Rival Persib di Liga 1
Posting Komentar
Tutup Iklan