Kabarmaung.com - Momen Lebaran selalu identik dengan kebersamaan keluarga dan pakaian seragam yang khas. Namun, di Garut, satu keluarga menunjukkan cara yang luar biasa unik dan menyentuh hati dalam merayakan momen suci ini, membuktikan bahwa cinta pada sepak bola bisa menembus tradisi. Jika sebelumnya ada kisah viral keluarga mengenakan jersey Persib, kini giliran Persigar Garut yang menjadi sorotan publik dengan loyalitas yang sama membara.
Kisah ini bermula dari unggahan media sosial yang dengan cepat menyebar dan menarik perhatian ribuan warganet. Dalam foto yang viral itu, terlihat tujuh pria dewasa, dua wanita, dan tiga anak-anak, semuanya kompak mengenakan jersey kebanggaan tim sepak bola Persigar Garut. Bukan baju 'dulag' atau pakaian senada umum, melainkan seragam Laskar Domba Garut yang mereka pilih sebagai busana Lebaran.
Mengapa Jersey Persigar? Lebih dari Sekadar Pakaian Lebaran
Aksi nyentrik keluarga ini sontak menuai beragam komentar positif. Salah satu warganet menulis, "Cintailah klub sepak bola tanah kelahiranmu," yang dengan sempurna merangkum esensi dari tindakan mereka. Belakangan diketahui, keluarga yang viral ini berasal dari Kecamatan Tarogong Kidul, dan sosok di baliknya adalah Ahmad Syahidin (33).
Ditemui di rumahnya, Ahmad berbagi kisah di balik keputusan unik keluarganya. "Kami sekeluarga pendukung Persigar. Sudah sejak lama, karena kecintaan ini diwariskan turun-temurun," ungkap Ahmad. Baginya, dukungan terhadap Persigar bukan sekadar hobi, melainkan sebuah kultur yang telah mendarah daging di kampungnya. "Di kampung saya memang kulturnya sepak bola sekali. Jadi, sudah turun-temurun dari sesepuh. Sama dengan mendukung Persib," tambahnya, menunjukkan betapa kuatnya akar budaya sepak bola di komunitas mereka.
Kecintaan ini berawal dari cerita-cerita para kerabat dan leluhur, membentuk ikatan emosional yang kuat dengan tim lokal. Ahmad sendiri mengaku mulai mengikuti perkembangan Persigar sejak lama, bahkan dari era pemain legendaris seperti Pupung, meskipun saat itu hanya sebatas mendengar cerita tanpa bisa menonton langsung.
Kisah Kolektor Sejati dan Kontribusi Nyata untuk Laskar Domba Garut
Memasuki medio 2015, kecintaan Ahmad pada Persigar semakin mendalam. Ia mulai tertarik mengoleksi berbagai pernak-pernik klub, terutama jersey pertandingan. Perjalanan Ahmad sebagai kolektor tidaklah mudah. Sebelum jersey mudah didapatkan seperti sekarang, ia harus berjuang ekstra keras. "Pernah saya saking penginnya jersey Persigar yang langka, saya datangi pemain sambil bawa martabak. Supaya jerseynya diwariskan ke saya," kenangnya, menggambarkan kegigihan dan dedikasi seorang Suporter sejati.
Dari jersey Persigar junior hingga tim senior, koleksinya terus bertambah dari tahun ke tahun. Saat ini, Ahmad memiliki setidaknya 24 jersey pertandingan resmi serta dua jaket match worn Persigar Garut. Dan tak hanya Ahmad, anggota keluarganya yang lain pun turut mengumpulkan perlengkapan Persigar, sehingga total koleksi mereka kini mencapai lebih dari 30 potong. Sebuah jumlah yang fantastis untuk menunjukkan loyalitas.
Bagi Ahmad, jersey bukan sekadar simbol kebanggaan atau barang koleksi semata. Lebih dari itu, jersey juga dianggap sebagai bentuk kontribusinya kepada tim yang kini berlaga di Liga 3 Indonesia. "Sekarang-sekarang saya beli jersey. Karena hasil penjualan jersey yang didapat manajemen ini digunakan untuk keperluan tim, termasuk membayar gaji pemain," jelas pria yang berprofesi sebagai buruh pabrik tekstil ini. Ini adalah bukti nyata bagaimana dukungan suporter bisa berdampak langsung pada kelangsungan hidup sebuah klub.
Spirit Loyalitas yang Menginspirasi dan Harapan Prestasi
Kesetiaan Ahmad tidak berhenti di situ. Ia mengaku tidak akan pernah menjual jersey Persigar koleksinya kepada siapa pun. Sebaliknya, Ahmad berencana merawat jersey-jersey tersebut dengan baik dan mewariskannya kepada kedua anak lelakinya yang mulai tumbuh remaja, memastikan api kecintaan pada Persigar terus menyala di generasi selanjutnya. Di antara koleksi berharganya, Ahmad memiliki dua jersey favorit: Persigar home tahun 2017 produksi TWLV yang ia suka desainnya, serta jersey home Persigar 2023 produksi Slemn24 (versi tanpa logo kabupaten).
Aksi Ahmad dan keluarganya yang mencintai Persigar dari hati ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum Persigar Garut, Rudy Gunawan. Menurut Rudy, loyalitas dukungan dari keluarga Ahmad harus dibalas dengan prestasi gemilang oleh para pemain Persigar di lapangan. "Ini adalah bukti Persigar sudah dicintai masyarakat Garut. Dan bagi Persigar, harus dibalas dengan prestasi, supaya mereka jadi bangga," ucap Bupati Garut ke-26 tersebut.
Kisah keluarga Syahidin adalah bukti nyata bahwa loyalitas pada tim kebanggaan tak lekang oleh waktu dan bisa diwariskan dari generasi ke generasi. Sebuah inspirasi bagi kita semua, termasuk Bobotoh Persib, tentang arti sejati sebuah dukungan dan bagaimana sepak bola mampu menyatukan serta membangkitkan semangat komunitas.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com