Kabarmaung.com - Gelombang sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali menerjang jagat sepak bola Indonesia. Dalam serangkaian sidang yang digelar di bulan Februari 2026, sejumlah pemain dan klub, baik dari Super League, Championship, maupun EPA, harus menerima hukuman berat, mulai dari larangan bermain hingga denda puluhan juta rupiah. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah penambahan sanksi bagi pemain bintang PSM Makassar, Victor Luiz.
Victor Luiz Tersandung Pelanggaran Serius
Victor Luiz Prestes Filho, punggawa asing PSM Makassar, harus menelan pil pahit setelah Komdis PSSI menjatuhkan tambahan hukuman. Insiden yang melibatkan Victor terjadi pada pekan ke-21 Super League 2025/2026, tepatnya saat PSM menjamu Dewa United pada 14 Februari 2026. Victor mendapat kartu merah langsung setelah menginjak kaki kapten Dewa United, Ricky Kambuaya, di menit ke-75. Menariknya, keputusan ini diambil setelah wasit melakukan pengecekan VAR, menganulir kartu kuning sebelumnya menjadi kartu merah langsung.
Akibat pelanggaran serius tersebut, Komdis PSSI memutuskan untuk menambah larangan bermain bagi Victor Luiz sebanyak 2 pertandingan, serta denda sebesar Rp 10.000.000. Ini menjadi peringatan keras bagi para pemain untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas di lapangan.
Persib Bandung U20 Kena Denda, Klub Lain Juga Tak Luput
Tak hanya Victor Luiz, daftar panjang sanksi Komdis PSSI kali ini juga menyentuh berbagai level kompetisi, termasuk tim muda Persib Bandung. Tim Persib Bandung U20 mendapatkan denda sebesar Rp 12.500.000 karena dalam pertandingan melawan Persebaya Surabaya U20 pada 14 Februari 2026, ada 5 pemain mereka yang diganjar kartu kuning. Ini menunjukkan bahwa pengawasan disiplin juga berlaku ketat di level junior.
Selain itu, sejumlah klub dan pemain Super League lainnya juga harus menghadapi konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan. Rachmat Irianto dari Persebaya Surabaya misalnya, harus menerima tambahan larangan bermain 2 pertandingan dan denda Rp 10.000.000 setelah memukul pemain lawan pada laga kontra Persijap Jepara. Klub-klub seperti Bhayangkara Presisi Lampung FC, Bali United FC, Persita Tangerang, Semen Padang, Persebaya Surabaya, dan Persis Solo juga dikenai denda besar atas berbagai pelanggaran, mulai dari masalah seragam, akumulasi kartu kuning, hingga insiden suporter.
Fenomena Pelanggaran Suporter dan Ofisial
Salah satu poin penting dari rilis Komdis PSSI kali ini adalah banyaknya sanksi terkait perilaku suporter dan ofisial. Klub Bali United FC, misalnya, harus membayar denda fantastis Rp 250.000.000 akibat penyalaan flare dan kembang api, ditambah denda Rp 30.000.000 untuk pelemparan botol, serta hukuman larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak 2 laga dan denda Rp 40.000.000 karena suporter melempar kursi. Hal serupa menimpa PSMS Medan di Liga 2, yang didenda berkali-kali lipat karena suporter yang masuk lapangan dan yel-yel provokatif.
Perilaku ofisial juga tidak luput dari perhatian. Tiga ofisial Persikad, Yuda Mustofa, Mohammad Farid Ridwan, dan Sunandar Boro, masing-masing diganjar larangan mendampingi tim sebanyak 4 pertandingan dan denda Rp 25.000.000 karena protes berlebihan dan melarang pemain bersalaman dengan wasit serta tim lawan. Ini menegaskan bahwa disiplin harus dijunjung tinggi oleh semua elemen di sepak bola.
Daftar Panjang Sanksi Komdis PSSI Terbaru
Berikut adalah rangkuman beberapa keputusan Komite Disiplin PSSI dari berbagai tanggal sidang, mencakup beragam pelanggaran:
Pelanggaran di EPA Super League (17 Februari 2026)
- Pemain-pemain muda seperti I Gusti Ngurah Agung Bagus Indra Yudistira (Bali United FC U16), Meran Antolin Situmorang (PSM Makassar U18), Riswanto Mukhtar (Borneo FC Samarinda U18), Banyu Danar Lingga (Persis Solo U18), dan Mhd Farizal (Garuda United U18) mendapatkan tambahan larangan bermain 1-2 pertandingan dan denda Rp 10.000.000 karena pelanggaran serius dan kartu merah langsung.
- Tim Bhayangkara Presisi Lampung FC U18 dan Tim Persib Bandung U20 juga dikenai denda Rp 12.500.000 masing-masing karena 5 pemain mendapatkan kartu kuning dalam satu pertandingan.
Sanksi di Pegadaian Championship (18 Februari 2026)
- Pemain PSS Sleman, Muhammad Tahir, dan Titan Agung Bagus Fawwazi dari Persela Lamongan, mendapat tambahan larangan bermain 2 pertandingan dan denda Rp 5.000.000 karena pelanggaran keras.
- Tim PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, dan FC Bekasi City dikenakan denda atas berbagai pelanggaran administratif, akumulasi kartu kuning, hingga insiden suporter yang memasuki lapangan dan yel-yel provokatif oleh suporter PSMS Medan. Panitia Pelaksana PSMS Medan juga didenda.
Keputusan Komdis PSSI untuk BRI Super League (19, 20, 25, 26 Februari 2026)
- Victor Luiz Prestes Filho (PSM Makassar) mendapat tambahan larangan bermain 2 pertandingan dan denda Rp 10.000.000.
- Tim Bhayangkara Presisi Lampung FC beberapa kali didenda karena masalah seragam dan akumulasi kartu kuning.
- Klub Bali United FC menerima sanksi terberat, total denda ratusan juta rupiah dan larangan bermain dengan penonton 2 pertandingan, akibat pelemparan barang, penyalaan flare, dan suporter yang melemparkan kursi.
- Klub Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Semen Padang, dan PSIS Semarang juga didenda karena kehadiran suporter tamu atau perilaku suporter yang provokatif/melempar barang.
- Pemain Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, diganjar tambahan larangan bermain 2 pertandingan dan denda Rp 10.000.000 karena memukul lawan.
- Ofisial Persikad, Yuda Mustofa, Mohammad Farid Ridwan, dan Sunandar Boro, masing-masing dilarang mendampingi tim 4 pertandingan dan denda Rp 25.000.000 karena protes berlebihan dan melarang jabat tangan.
- Klub Persita Tangerang didenda karena anggota keluarga pemain masuk lapangan tanpa ID Card, tidak menyediakan seragam kiper tanpa nomor saat melawan Persib Bandung, dan suporter tamu hadir dalam pertandingan melawan Persib.
- Klub Persis Solo didenda karena suporter masuk lapangan saat 'players parade'.
Rangkaian sanksi ini menegaskan komitmen Komdis PSSI dalam menjaga integritas dan profesionalisme kompetisi. Setiap pelanggaran, sekecil apapun, akan mendapat tindakan tegas demi terciptanya iklim sepak bola yang lebih baik di Indonesia.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com