Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Persib di Ambang Juara, Umuh Muchtar: Jangan Sampai Jumawa!

Kabarmaung.com - Euforia Bobotoh tengah memuncak. Persib Bandung kokoh di puncak Klasemen Super League Indonesia 2025/26, hanya menyisakan sembilan pertandingan lagi untuk mengukir sejarah. Dengan 58 poin di tangan, asa untuk kembali mengangkat trofi juara terasa begitu nyata. Namun, di tengah gemuruh optimisme, Manajer Persib Umuh Muchtar justru melayangkan peringatan keras: perjuangan belum usai, dan fase krusial inilah yang paling rawan.

Jangan Jumawa: Target Kunci Menuju Gelar

Langkah Maung Bandung memang terlihat menjanjikan, namun keunggulan empat poin dari Borneo FC Samarinda (54 poin) dan enam poin dari Persija Jakarta (52 poin) masih terlalu tipis untuk berpuas diri. Umuh Muchtar menegaskan, ini bukan waktunya untuk jemawa. “Peluang dengan potensi kita untuk jadi juara sangat besar. Tapi saya bilang, jangan jumawa dulu ya, jangan sampai kita kegembosan,” ujar Umuh, mengingatkan seluruh elemen tim.

Dari sembilan pertandingan sisa, Umuh mematok target ambisius: delapan kemenangan wajib diraih. Satu hasil imbang mungkin bisa diterima, itupun diprediksi saat menghadapi rival abadi, Persija. “Ada 9 kali lagi pertandingan, semuanya harus bisa diratakan (menang). tidak bisa ditawar lagi, draw (sekali) sisanya menang semua. Dengan siapa? ya paling draw dengan Persija,” tegasnya. Mentalitas pantang menyerah dan fokus penuh menjadi kunci utama di setiap laga yang akan datang.

Kunci Harmoni di Ruang Ganti Maung Bandung

Di balik gemuruh stadion, Umuh Muchtar sangat memahami pentingnya menjaga kondusivitas ruang ganti. Psikologis pemain menjadi prioritas agar mereka tetap nyaman dan memberikan performa terbaik di lapangan. “Jadi kita harus bisa mengalah untuk semua pemain. Kita harus banyak mengalah untuk menang. Biar mereka juga hatinya senang. Dan pikiran mereka pun juga tenang,” jelas Umuh, menunjukkan pendekatannya yang merangkul.

Sebagai sosok manajerial yang dekat dengan skuad, Umuh selalu memastikan setiap pemain, baik starter maupun cadangan, merasa dihargai. Ia tidak pernah mengintervensi keputusan pelatih Bojan Hodak terkait komposisi pemain. “Saya tidak pernah intervensi kenapa si ini tidak main atau kenapa si ini diganti. Tidak pernah. Saya senang lah dengan Bojan. Bojan juga sangat bersahabat dengan saya. Jadi tidak seperti dengan pelatih-pelatih yang lalu,” tambahnya, menyoroti harmoni yang terbangun di antara staf pelatih dan manajemen.

Persaingan Paling Menegangkan di Sejarah Liga

Umuh menilai bahwa persaingan di musim 2025/26 ini jauh lebih sengit dan menegangkan dibandingkan musim-musim sebelumnya. Selisih poin yang sangat ketat membuat posisi Persib di puncak klasemen masih sangat rawan tergusur. “Tegang sekarang. Karena ini saingan yang tiga ini ya Persib, Borneo, Persija, Ini sangat-sangat sedekat. Sangat riskan,” ungkapnya.

Perbandingan dengan musim lalu, di mana selisih poin lebih lebar dan nyaman, membuat situasi saat ini terasa lebih mendebarkan. “Dulu kan minimal bedanya sembilan, tujuh poin paling tidak. Ini kan cuma enam, empat. Ngeri juga ya, menarik sekarang. Lebih deg-degan sekarang,” katanya. Meskipun demikian, Umuh memilih untuk tetap membumi, tidak takabur, dan terus berdoa agar Persib mampu meraih gelar juara dengan tetap mengincar poin penuh di setiap pertandingan. Bobotoh pun diharapkan terus memberikan dukungan terbaik hingga akhir musim.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Persib di Ambang Juara, Umuh Muchtar: Jangan Sampai Jumawa!
  • Persib di Ambang Juara, Umuh Muchtar: Jangan Sampai Jumawa!
  • Persib di Ambang Juara, Umuh Muchtar: Jangan Sampai Jumawa!
  • Persib di Ambang Juara, Umuh Muchtar: Jangan Sampai Jumawa!
  • Persib di Ambang Juara, Umuh Muchtar: Jangan Sampai Jumawa!
  • Persib di Ambang Juara, Umuh Muchtar: Jangan Sampai Jumawa!
Posting Komentar
Tutup Iklan