Kabarmaung.com - Duel sengit di Liga 1 kembali tersaji saat Borneo FC Samarinda akan menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Segiri. Bajul Ijo datang ke kandang Pesut Etam dengan misi besar, bukan hanya sekadar mencuri poin, tetapi juga mengakhiri 'kutukan' tujuh tahun tak pernah menang di tanah Samarinda.
Misi Berat Bajul Ijo di Kandang Pesut Etam
Stadion Segiri memang dikenal angker bagi tim tamu. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, sangat menyadari kekuatan Borneo FC di kandang sendiri. Statistik mencengangkan menunjukkan bahwa Pesut Etam berhasil memenangkan 10 dari 11 pertandingan kandang mereka musim ini. Sebuah rekor yang patut diwaspadai oleh tim manapun.
"Jika melihat sejarah pertemuan antara Borneo dan Persebaya, terakhir kali Persebaya menang di Samarinda adalah pada 23 Juni 2019, hampir tujuh tahun lalu. Itu waktu yang sangat lama. Artinya Borneo sangat kuat ketika bermain di kandang," ujar Tavares, menegaskan betapa sulitnya meraih kemenangan di Segiri.
Namun, sejarah bukan berarti tak bisa diubah. Tavares bertekad timnya memutus rentetan hasil minor selama tujuh tahun terakhir ini. Ia berharap Persebaya dapat menampilkan konsistensi permainan yang sama impresifnya seperti saat mereka menghadapi tim-tim kuat lain seperti Persib Bandung dan PSM Makassar.
"Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit, tetapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih hasil bagus di sini. Saya juga berharap sikap para pemain sama seperti yang mereka tunjukkan di pertandingan terakhir dan juga saat melawan (PSM) Makassar bisa kami ulangi di sini dan menjadi lebih konsisten," tambahnya, menunjukkan semangat pantang menyerah dari skuad Bajul Ijo.
Keyakinan Penjaga Gawang dan Fokus Recovery Lawan
Keyakinan untuk meraih poin penuh juga datang dari penjaga gawang andalan Persebaya, Ernando Ari. Meski menyadari beratnya tantangan, Ernando optimistis timnya bisa memberikan perlawanan sengit dan pulang membawa hasil positif.
"Kami datang ke sini bukan untuk kalah. Kami datang untuk mendapatkan tiga poin dan akan melakukan yang terbaik untuk memenangkan pertandingan besok (hari ini)," tegas Ernando dengan nada penuh percaya diri, menyiratkan bahwa Persebaya tidak gentar menghadapi rekor kandang Borneo FC.
Di sisi lain, Pelatih kepala Borneo FC Samarinda, Fabio Lefundes, memiliki fokus yang berbeda menjelang laga krusial ini. Setelah melakoni pertandingan berat melawan Persija Jakarta beberapa hari sebelumnya, prioritas utama Lefundes adalah pemulihan kondisi fisik para pemainnya. Jadwal padat di Liga 1 memang kerap menjadi tantangan tersendiri bagi setiap tim.
"Persiapan sangat pendek karena dalam periode ini kita punya pertandingan dengan jarak hanya dua sampai tiga hari. Jadi fokus utama kami adalah bagaimana pemain bisa recovery secepatnya," ujar Lefundes, menekankan pentingnya menjaga kebugaran pemain agar bisa tampil maksimal.
Pertarungan Strategi dan Mental di Lapangan
Pertandingan ini tidak hanya akan menjadi adu taktik antar pelatih, tetapi juga pertarungan mental bagi para pemain. Persebaya harus mampu mengatasi tekanan bermain di kandang lawan yang memiliki rekor fantastis, sementara Borneo FC harus menjaga momentum dan tidak lengah meskipun bermain di hadapan pendukung sendiri.
Bagi Persebaya, kemenangan di Segiri akan menjadi pernyataan penting bahwa mereka mampu bersaing di papan atas dan siap untuk melangkah lebih jauh. Bagi Borneo FC, mempertahankan rekor kandang tak terkalahkan akan semakin mengukuhkan dominasi mereka di Liga 1 dan menjadi modal berharga dalam perburuan gelar juara.
Siapapun pemenangnya, satu hal yang pasti, laga Borneo FC vs Persebaya diprediksi akan menyajikan tontonan menarik dengan intensitas tinggi, menyuguhkan drama khas Liga 1 yang penuh gairah dan persaingan.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com