Kabarmaung.com - Suasana kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti Kantor Paguyuban Pasundan di Kota Bandung pada Senin (30/3/2026). Lebih dari seribu anggota dari berbagai penjuru, mulai dari jajaran Dewan Pangaping, pengurus wilayah, hingga pimpinan lembaga pendidikan di bawah naungan Pasundan, berkumpul dalam acara silaturahmi akbar pasca Idul Fitri. Pertemuan ini bukan sekadar ajang bermaaf-maafan, melainkan juga forum strategis untuk memperkuat ikatan dan membahas arah Paguyuban Pasundan ke depan.
Spirit Ramadan dan Pembentukan Karakter Unggul
Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai bekal untuk membentuk pribadi yang unggul. Ia menegaskan bahwa puasa seharusnya melahirkan hamba Allah yang berilmu tinggi, berkarakter pejuang, pemberani, petarung, dan pantang menyerah. "Ramadan juga semestinya memberikan efek luar biasa kepada seorang muslim dan umat Islam secara keseluruhan, yaitu berupa kemauan untuk meraih kembali kemuliaan Islam dan Ummatnya," ujarnya.
Didi juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah potensi adu domba. Lebih dari itu, ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan keselamatan bangsa Palestina dan Persia (Iran) dari ujian berat yang mereka hadapi. Pesan khusus juga disampaikan kepada para pimpinan di lingkungan Paguyuban Pasundan agar senantiasa membina generasi muda dengan "celupan keIslaman yang kuat dan budaya lokal." Ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi penerus yang berakar pada nilai-nilai luhur.
Memperkuat Jati Diri Sunda Melalui Gotong Royong
Mayjen (Purn) Tb. Hasanuddin, selaku Ketua Dewan Pangaping, menggarisbawahi urgensi kedekatan antara pengurus pusat dan daerah. Menurutnya, konsep dan program yang dirumuskan di tingkat pusat harus diimplementasikan secara konkret di lapangan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ia juga mendorong Paguyuban Pasundan untuk terus memperkuat jati diri Sunda melalui pendidikan, kebudayaan, dan semangat gotong royong. Nilai-nilai ini menjadi pilar utama dalam menjaga identitas dan kemajuan masyarakat Sunda.
Persib dan Paguyuban Pasundan Punya Semangat Serupa
Momen paling menarik bagi pembaca Kabarmaung.com mungkin datang dari Dewan Pangaping Komjen Pol. (Purn.) Mochamad Iriawan, yang akrab disapa Iwan Bule. Ia mengapresiasi peran Paguyuban Pasundan sebagai organisasi bersejarah yang telah memberi kontribusi besar bagi masyarakat Sunda. Iwan Bule bahkan secara spesifik menyebut usia organisasi ini hampir seiring dengan Persib Bandung, menegaskan bahwa keduanya adalah simbol kebanggaan daerah. "Paguyuban Pasundan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong kemajuan pendidikan, kemandirian, serta martabat masyarakat Sunda agar mampu bersaing di era modern," jelasnya.
Menurut Iwan Bule, nilai-nilai kearifan lokal seperti keseimbangan hidup, gotong royong, dan tata krama tetap menjadi fondasi utama yang tak lekang oleh waktu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga jati diri budaya, sembari tetap adaptif dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman. Spirit kebersamaan dan kebanggaan akan identitas lokal, seperti yang kerap kita lihat pada Persib Bandung, juga digaungkan dalam silaturahmi akbar ini.
Hikmah Silaturahmi dalam Bingkai Ukhuwah
Acara silaturahmi ditutup dengan tausiah yang mencerahkan dari Ustaz Aam Amirudin. Ia mengulas makna mendalam dari silaturahmi ba'da Idul Fitri sebagai momentum emas untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperbaiki hubungan sosial yang mungkin renggang, serta menjaga dan melestarikan nilai-nilai keislaman dan Budaya Sunda. Sebuah penutup yang sempurna untuk menegaskan kembali esensi dari pertemuan besar ini.
Sebelumnya, Dewan Pakar Paguyuban Pasundan, Brian Yuliarto, turut menyampaikan ucapan maaf lahir dan batin melalui video streaming, menegaskan bahwa semangat kebersamaan ini diharapkan terus memajukan bangsa dan negara.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com