Kabarmaung.com - Malam kelabu di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu (18/2/2026) menyisakan duka mendalam bagi para pecinta Persib Bandung. Usai laga krusial kontra Ratchaburi FC di ajang ACL 2 yang berakhir dengan kekecewaan, stadion justru diwarnai kericuhan oknum suporter. Aksi perusakan dan pelemparan yang terjadi pasca pertandingan ini sontak menuai kecaman keras dari berbagai pihak, tak terkecuali komunitas suporter setia, Viking Farmasi. Suara kekecewaan dan desakan evaluasi digaungkan, berharap insiden memalukan ini tidak lagi menodai nama besar Maung Bandung di kancah domestik maupun internasional.
Enam Sorotan Tajam Viking Farmasi Pasca Kericuhan GBLA
Ketua Viking Farmasi, Kris Jelly, dengan tegas menyayangkan aksi anarkis yang dilakukan oleh segelintir oknum suporter. Menurutnya, tindakan tersebut mencederai perjuangan Persib yang sedang berusaha keras memperbaiki citra dan peringkat klub di level Asia. Berikut adalah enam poin sorotan krusial dari Viking Farmasi yang dirangkum oleh Kabarmaung.com:
1. Kekecewaan Terhadap Kepemimpinan Wasit Memuncak
Kekecewaan adalah emosi yang tak terhindarkan bagi setiap Bobotoh usai Persib gagal melaju ke perempat final ACL 2. Kris Jelly tidak menampik bahwa hasil pertandingan tersebut meninggalkan luka, dan salah satu pemicu utama kemarahan suporter adalah kepemimpinan wasit di lapangan. "Semua Bobotoh juga pasti sama kecewa dengan hasil kemarin, terutama pada wasit yang memimpin pertandingan kemarin, terlihat dengan keputusan yang merugikan tim Persib," ungkap Kris. Keputusan-keputusan kontroversial yang dianggap merugikan Maung Bandung disinyalir menjadi pemicu awal meledaknya emosi penonton.
2. Kecaman Keras untuk Aksi Anarkis
Meski memahami rasa kecewa suporter, Kris Jelly dengan tegas menyatakan bahwa tindakan perusakan dan kericuhan pasca pertandingan tidak dapat dibenarkan sama sekali. Insiden ini terjadi di saat Persib justru sedang berjuang mati-matian untuk menaikkan ranking klub dan memperbaiki citra di mata dunia internasional. "Sangat menyayangkan adanya insiden setelah pertandingan, padahal Persib sedang berjuang menaikkan ranking klub di level internasional, namun realita di lapangan justru penuh kekacauan," ucapnya. Aksi oknum ini justru berpotensi besar merusak reputasi yang telah dibangun dengan susah payah.
3. Desakan Evaluasi Total dari Semua Pihak
Menyikapi insiden memalukan ini, Kris Jelly menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh. Ia meminta semua pihak, mulai dari manajemen klub, panitia pelaksana (panpel), hingga seluruh elemen Bobotoh, untuk duduk bersama. Tujuannya bukan untuk saling menyalahkan, melainkan mencari solusi konkret demi mencegah terulangnya kejadian serupa dan menghindari sanksi berat dari federasi sepak bola. "Semoga manajemen dan seluruh elemen Bobotoh bisa duduk bersama untuk evaluasi total agar kejadian memalukan di kompetisi Asia ini tidak terulang lagi," harapnya. Evaluasi ini harus komprehensif, mencakup aspek keamanan, koordinasi, hingga edukasi suporter.
4. Rapor Merah Sistem Pengamanan Stadion GBLA
Sorotan tajam turut dialamatkan kepada sistem pengamanan yang diterapkan oleh panitia penyelenggara pertandingan di GBLA. Lolosnya barang-barang terlarang seperti petasan dan botol ke area tribun penonton dinilai sebagai kelemahan fatal yang tidak boleh terjadi. "Kalau ngomongin ada petasan dan botol yang lolos masuk ke tribun, ini jadi rapor merah buat sistem pengamanan di stadion," tegas Kris. Insiden ini menunjukkan adanya celah signifikan dalam prosedur pemeriksaan keamanan, yang berpotensi membahayakan keselamatan penonton lain dan juga pemain.
5. Bukan Kali Pertama, Sanksi Menanti
Kris Jelly mengingatkan bahwa kecolongan barang terlarang dan aksi indisipliner penonton bukanlah kasus baru. Ia menyinggung insiden-insiden serupa yang pernah terjadi sebelumnya, baik di kompetisi liga domestik maupun di ajang internasional seperti ACL 2 saat Persib melawan Selangor. Pengalaman pahit di masa lalu, di mana Persib langsung dijatuhi sanksi, seharusnya menjadi pelajaran berharga. "Karena ini bukan kejadian sekali dua kali, karena pertandingan sebelumnya pun sudah pernah terjadi baik di liga maupun di ACL 2 kalau nggak salah waktu Persib vs Selangor, dan waktu itu Persib langsung kena sanksi," lanjut Kris. Pola berulang ini menunjukkan urgensi tindakan nyata.
6. Kesadaran Suporter Kunci Utama Kedewasaan
Pada akhirnya, Kris Jelly menekankan bahwa akar penyelesaian masalah ada pada kesadaran dan kedewasaan individu suporter itu sendiri. Ia meyakini, seketat apapun aturan yang diterapkan dan seberat apapun sanksi yang diberikan, semua akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan kesadaran dari para pelaku. "Mudah-mudahan semua Bobotoh bisa lebih dewasa dalam bertindak dan berpikir berulang kali ketika akan melakukan sesuatu yang bisa merugikan tim, karena kuncinya ada di kesadaran masing-masing. Mau seketat apapun dan mau seberat apapun sanksi, kalau dari pelakunya sendiri tidak punya kesadaran ya susah," pungkas Kris. Edukasi dan penanaman nilai-nilai sportifitas harus terus digalakkan agar Bobotoh sejati dapat menjadi teladan.
Insiden kericuhan pasca pertandingan Persib di GBLA harus menjadi cermin bagi kita semua. Kekecewaan adalah hal wajar, namun anarkisme bukanlah jawaban. Evaluasi menyeluruh, perbaikan sistem keamanan, dan yang terpenting, peningkatan kesadaran serta kedewasaan setiap individu Bobotoh adalah kunci untuk membawa Persib Bandung menuju masa depan yang lebih baik, tanpa lagi tercoreng oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com