Kabarmaung.com - Super League 2025/26 kembali memanas, dan Persija Jakarta menunjukkan nyali serta Strategi tak biasa jelang laga tandang krusial melawan Malut United. Bukan dengan menggelar sesi latihan intensif, melainkan justru meniadakan agenda tersebut di Ternate. Keputusan mengejutkan ini diambil oleh pelatih Mauricio Souza demi menjaga kondisi fisik para punggawa Macan Kemayoran yang sedang diuji jadwal padat dan perjalanan panjang.
Persija tiba di Ternate pada Senin, 23 Februari 2026, bersiap menghadapi Malut United di Stadion Gelora Kie Raha pada Selasa, 24 Februari, pukul 21.00 WIT atau 19.00 WIB. Jarak tempuh dari Jakarta ke Ternate bukanlah hal sepele; perjalanan udara yang melelahkan menjadi tantangan tersendiri bagi kebugaran pemain. Lebih jauh lagi, laga ini hanya berjarak empat hari setelah mereka melakoni pertandingan kandang yang menguras energi melawan PSM pada Jumat, 20 Februari. Kombinasi faktor inilah yang menjadi dasar pertimbangan Souza.
Menjaga Kebugaran di Tengah Jadwal Neraka
Mauricio Souza dikenal sebagai pelatih yang sangat memperhatikan detail, terutama kondisi fisik anak asuhnya. Dalam konferensi pers, ia menegaskan kepercayaannya yang penuh kepada timnya. "Saya percaya 100 persen kepada pemain. Jadwal kami sangat padat. Jumat (bertanding), Sabtu, Minggu sudah harus (bersiap) bermain lagi," ungkap Mauricio. "Penerbangan kami berangkat dari Jakarta sekitar pukul 02.30 pagi dan tiba di Ternate pukul 08.00 waktu lokal. Ini menunjukkan betapa minimnya waktu istirahat dan adaptasi."
Keputusan meniadakan latihan di lokasi pertandingan bukanlah tanpa risiko, namun ini adalah langkah yang diperhitungkan matang. Souza tampaknya lebih memilih pemainnya mendapatkan istirahat total dan pemulihan optimal ketimbang memaksakan sesi latihan yang justru bisa memicu kelelahan atau cedera. Pendekatan ini menunjukkan bahwa ia memprioritaskan kesegaran fisik dan mental pemain untuk bisa tampil maksimal di atas lapangan, ketimbang sekadar menjalani rutinitas latihan yang mungkin tidak efektif dalam kondisi demikian.
Dampak Krusial bagi Klasemen Super League
Pertandingan kontra Malut United memiliki bobot yang sangat besar bagi ambisi Persija di Super League 2025/26. Saat ini, Persija berada dalam persaingan ketat di papan atas klasemen. Mereka diketahui terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen, yang kebetulan adalah rival abadi mereka, Persib Bandung, meskipun Persija sudah memainkan satu laga lebih banyak. Artinya, setiap poin yang hilang bisa sangat fatal dalam perburuan gelar juara.
- Potensi Jarak Melebar: Jika Persija gagal meraih kemenangan atau, lebih buruk lagi, kalah, jarak poin dengan pemuncak klasemen bisa semakin jauh, membuat perjuangan menjadi lebih berat.
- Ancaman dari Bawah: Posisi Persija juga rawan digusur oleh Borneo FC Samarinda yang menempati peringkat ketiga dengan selisih hanya satu angka. Sebuah kekalahan bisa membuat mereka kehilangan posisi dan tekanan kian besar.
- Meningkatkan Tekanan: Laga tandang selalu menjadi tantangan, dan dengan situasi klasemen yang begitu ketat, tekanan untuk meraih hasil positif sangat tinggi bagi Macan Kemayoran.
Malut United, sebagai tuan rumah, tentu akan berusaha keras memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri. Mereka pasti akan melihat "strategi unik" Persija ini sebagai potensi celah atau justru tantangan. Namun, bagi Persija, laga di Ternate ini bukan sekadar tentang tiga poin, melainkan tentang menjaga momentum, membuktikan mental juara, dan mengamankan posisi mereka di jalur perebutan gelar Super League.
Keputusan Mauricio Souza ini menjadi sorotan dan akan menjadi ujian nyata apakah istirahat total lebih efektif daripada latihan ringan. Yang jelas, satu hal yang pasti: laga Malut United vs Persija Jakarta akan menjadi tontonan yang menarik, penuh strategi, dan sangat menentukan bagi perjalanan kedua tim di Super League musim ini.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com