Kabarmaung.com - Dunia sepak bola sering kali menyajikan kisah-kisah menarik yang penuh pola dan kebetulan. Salah satu yang kini menjadi sorotan adalah kemiripan awal karier dua pelatih top, Tomas Trucha di PSM Makassar dan Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya. Para pecinta sepak bola dibuat tercengang dengan statistik yang nyaris identik, seolah-olah ada "pola misterius" yang membayangi kedua juru taktik ini.
Duel antara Persebaya Surabaya dan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada pekan ke-23 Super League 2025/2026 bukan hanya sekadar pertandingan biasa. Ini adalah panggung pembuktian bagi kedua pelatih untuk memutus tren negatif dan membuktikan siapa yang lebih tangguh di tengah tekanan.
Awal Menjanjikan Tomas Trucha Bersama PSM Makassar
Tomas Trucha memulai petualangannya bersama PSM Makassar pada pekan ke-12 Super League 2025/2026. Debutnya melawan Dewa United pada 9 November 2025 langsung membuahkan hasil manis dengan kemenangan tipis 1-0. Angin segar harapan pun langsung berhembus di kubu Juku Eja.
Tren positif Trucha tak berhenti di situ. Ia berhasil membawa PSM melibas PSBS Biak dengan skor telak 5-0, diikuti kemenangan dramatis 4-3 atas Persis Solo. Tiga kemenangan beruntun ini sontak membangkitkan euforia dan harapan baru bagi para suporter PSM Makassar akan kebangkitan tim kesayangan mereka.
Namun, seperti roda yang berputar, performa Juku Eja perlahan mulai melandai. Setelah ditahan imbang Persebaya pada laga keempat, tren positif Trucha terhenti. PSM menelan kekalahan beruntun dari Malut United dan Persib Bandung, menggenapi enam laga awalnya. Situasi semakin memburuk ketika tren negatif terus berlanjut hingga mencatatkan lima kekalahan beruntun. Posisi PSM yang semula menjanjikan di awal kepelatihan Trucha kini justru merosot tajam, jauh dari ekspektasi awal.
Bernardo Tavares dan Dejavu di Persebaya Surabaya
Pola yang hampir serupa dialami oleh Bernardo Tavares, pelatih yang pernah sukses membawa PSM juara Liga 1 2022/2023. Tavares menandai debutnya bersama Persebaya Surabaya dengan manis, mengalahkan Malut United 2-1 pada 10 Januari 2026. Kemenangan ini sontak membangkitkan asa pendukung Bajul Ijo.
Kegemilangan Tavares berlanjut saat melibas PSIM Yogyakarta 3-0. Meskipun sempat bermain imbang 1-1 melawan Dewa United, Persebaya kembali menunjukkan tajinya dengan menumbangkan Bali United 3-1 di laga keempat. Catatan impresif ini sempat membangkitkan optimisme akan hadirnya era keemasan baru di bawah kendali Tavares.
Sayangnya, momentum positif itu perlahan memudar di dua laga terakhirnya. Persebaya harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC dengan skor 1-2, dan terbaru tumbang 1-3 dari Persijap pada Sabtu (21/2/2026). Jika melihat enam laga awal, Bernardo Tavares mencatatkan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Statistik ini identik dengan torehan Tomas Trucha di enam laga awalnya, sebuah kebetulan yang sangat mencolok.
Statistik Awal Enam Laga Pelatih
Kedua pelatih menunjukkan pola yang hampir sama di enam pertandingan pertama mereka. Mari kita bandingkan:
- Tomas Trucha (PSM Makassar): 3 Menang, 1 Imbang, 2 Kalah.
- Bernardo Tavares (Persebaya Surabaya): 3 Menang, 1 Imbang, 2 Kalah.
Kesamaan statistik ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah ini hanya kebetulan, ataukah ada tekanan dan tantangan tertentu yang selalu dihadapi pelatih baru setelah start yang menjanjikan?
Data Lengkap Perjalanan Mereka
Tomas Trucha (PSM Makassar)
- Laga 1: vs Dewa United (1-0) - Menang
- Laga 2: vs PSBS Biak (5-0) - Menang
- Laga 3: vs Persis Solo (4-3) - Menang
- Laga 4: vs Persebaya (0-0) - Imbang
- Laga 5: vs Malut United (0-1) - Kalah
- Laga 6: vs Persib Bandung (0-1) - Kalah
- Laga 7: vs Borneo FC (1-2) - Kalah
- Laga 8: vs Bali United (0-2) - Kalah
- Laga 9: vs Persijap Jepara (0-2) - Kalah
- Laga 10: vs Semen Padang (0-0) - Imbang
- Laga 11: vs PSBS Biak (2-1) - Menang
- Laga 12: vs Dewa United (0-2) - Kalah
- Laga 13: vs Persija Jakarta (1-2) - Kalah
- Total Poin (13 Laga): 14
Bernardo Tavares (Persebaya Surabaya)
- Laga 1: vs Malut United (2-1) - Menang
- Laga 2: vs PSIM Yogyakarta (3-0) - Menang
- Laga 3: vs Dewa United (1-1) - Imbang
- Laga 4: vs Bali United (3-1) - Menang
- Laga 5: vs Bhayangkara FC (1-2) - Kalah
- Laga 6: vs Persijap Jepara (1-3) - Kalah
- Total Poin (6 Laga): 10
Laga Persebaya melawan PSM nanti akan menjadi ajang adu kualitas bagi kedua pelatih untuk memutus tren negatif. Tavares dan Trucha sama-sama ditantang untuk membuktikan siapa yang paling cepat bangkit untuk kembali ke jalur kemenangan dan mengakhiri "pola misterius" ini. Para penggemar tentu menantikan strategi jitu dari masing-masing pelatih untuk membawa timnya kembali ke performa terbaik.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com