Kabarmaung.com - Pekan ke-24 Super League 2025/26 akan menyajikan duel sarat gengsi yang dinantikan para pecinta sepak bola Indonesia. Persib Bandung akan melakoni laga tandang berat melawan Persebaya Surabaya di markas kebanggaan Bajul Ijo, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), pada Senin, 2 Maret 2026 pukul 20.30 WIB. Pertarungan ini diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat sejarah rivalitas dan ambisi kedua tim di papan atas.
Maung Bandung datang dengan kepercayaan diri membara setelah meraih kemenangan telak 5-0 atas Madura United di laga sebelumnya. Hasil fantastis tersebut tentu menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi skuad Pangeran Biru. Namun, euforia kemenangan itu tidak bisa dirayakan terlalu lama. Tantangan sesungguhnya sudah menanti, dengan waktu pemulihan yang sangat singkat, hanya tiga hari, sebelum bertolak ke Surabaya.
Gelandang energik Persib, Adam Alis, mengungkapkan bahwa kemenangan besar tersebut adalah modal berharga. “Alhamdulillah, hasil yang cukup bagus, 5-0. Kita bermain dengan baik, kerja sama tim dengan baik, dan saya rasa itu membuat mental teman-teman bagus ya untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Adam, Sabtu (28/2/2026), menunjukkan semangat positif di dalam tim.
Fokus Utama: Regenerasi Fisik dan Mental dalam Waktu Singkat
Meskipun memiliki modal mental yang kuat, Adam Alis tidak menampik tantangan terbesar yang akan dihadapi Persib adalah kondisi fisik pemain. Jadwal padat di Super League menuntut para pemain untuk memiliki ketahanan fisik prima dan kemampuan pemulihan yang cepat. Hanya tiga hari untuk memulihkan kebugaran setelah laga keras jelas bukan perkara mudah. Pelatih dan tim medis Persib harus bekerja ekstra keras untuk memastikan seluruh punggawa siap tempur.
“Dan saya harap kondisi teman-teman semua bisa maksimal karena kan mepet juga kan lawan Persebaya gitu. Tapi kita harus optimis lah meraih tiga poin,” tegas Adam, menggambarkan optimisme sekaligus kewaspadaan terhadap kondisi skuad. Kebugaran menjadi kunci utama bagi Persib untuk bisa tampil maksimal selama 90 menit di bawah tekanan pendukung tuan rumah.
- Pemulihan Intensif: Fokus pada terapi, nutrisi, dan istirahat yang cukup.
- Mentalitas Baja: Menjaga semangat juang tetap tinggi di tengah kelelahan.
- Strategi Fleksibel: Mempersiapkan rencana cadangan jika ada pemain yang tidak 100% fit.
Menghadapi Persebaya yang Berbeda di Kandang Angker
Stadion Gelora Bung Tomo selalu dikenal dengan atmosfernya yang 'angker' bagi tim tamu. Dukungan Bonek dan Bonita yang fanatik selalu menghadirkan tekanan psikologis tersendiri. Ditambah lagi, Persebaya saat ini dinilai menunjukkan perkembangan signifikan sejak ditangani pelatih barunya, Bernardo Tavares. Pergantian pelatih seringkali membawa angin segar dan perubahan strategi yang tak terduga.
Adam Alis pun menyadari hal ini. “Surabaya dengan pelatih baru saya pikir cukup apa ya banyak perubahan ya. Banyak perubahan, beberapa kali menang. Tapi kita jangan fokus tim lawan, lebih baik fokus tim kita sendiri itu saja,” papar Adam. Pernyataan ini menunjukkan kedewasaan tim dalam menghadapi lawan. Persib memilih untuk fokus pada kekuatan dan strategi mereka sendiri, daripada terlalu terpengaruh oleh perubahan lawan.
Pertandingan melawan Persebaya bukan hanya sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga ujian mental dan strategis bagi Persib. Dengan persiapan yang mepet dan lawan yang sedang bangkit, konsistensi performa dan kekompakan tim akan menjadi penentu. Para Bobotoh tentu berharap Maung Bandung bisa mengatasi segala rintangan dan membawa pulang poin penuh dari Kota Pahlawan, menjaga asa juara Super League tetap menyala.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com