Kabarmaung.com - Kabar kurang menyenangkan kembali menyelimuti kubu Persib Bandung. Raksasa sepak bola kebanggaan Jawa Barat ini harus menelan pil pahit berupa Sanksi denda dari Asian Football Confederation (AFC). Hukuman finansial yang tidak sedikit ini dijatuhkan sebagai buntut dari insiden keributan Suporter saat laga tandang kontra Ratchaburi FC dalam ajang AFC Champions League Two musim 2025/26.
Insiden yang dimaksud terjadi pada leg pertama babak 16 besar, tepatnya pada 11 Februari 2026. Dalam pertandingan krusial itu, suporter Maung Bandung disebut terlibat bentrok dengan pendukung tim tuan rumah. Peristiwa ini dinilai serius oleh otoritas sepak bola Asia dan berujung pada keputusan tegas dari Komite Disiplin dan Etik AFC.
Sanksi Disipliner AFC dan Pelanggaran Berulang
Berdasarkan hasil Rapat Komite Disiplin dan Etik AFC yang dilangsungkan pada 2 April 2026, Persib Bandung secara resmi dinyatakan melanggar aturan ketat terkait tanggung jawab klub atas perilaku penonton di dalam stadion. AFC dengan jelas menyatakan, "Penonton yang merupakan pendukung pihak terhukum terlibat dalam pertikaian dengan penonton dari klub tuan rumah, yang merupakan tindakan perilaku tidak pantas."
Yang menjadi catatan penting dan memberatkan adalah fakta bahwa insiden ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pihak AFC secara spesifik menyoroti bahwa pelanggaran ini merupakan yang keempat kalinya dilakukan oleh Persib dalam periode residivisme atau pengulangan pelanggaran. "Ini merupakan pelanggaran ke-4 oleh pihak terhukum (Persib) dalam periode residivisme," tegas AFC, menunjukkan adanya pola yang menjadi perhatian serius.
Detail Denda dan Konsekuensinya Bagi Persib
Atas serangkaian pelanggaran tersebut, Persib Bandung dijatuhi sanksi denda sebesar USD 8.750. Jika dikonversi ke mata uang rupiah, jumlah ini setara dengan sekitar Rp 144 juta (dengan kurs saat ini). AFC memberikan tenggat waktu yang jelas untuk pelunasan denda ini. "Denda tersebut wajib dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak keputusan ini disampaikan, sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etik AFC," bunyi putusan tersebut.
Sanksi finansial ini tentu menjadi beban tambahan bagi keuangan klub, apalagi dengan pertimbangan bahwa dana sebesar itu seharusnya bisa dialokasikan untuk pengembangan tim atau fasilitas. Menariknya, kubu tuan rumah, Ratchaburi FC, juga tidak luput dari sanksi serupa. Namun, denda yang diberikan kepada Ratchaburi lebih rendah, yakni sebesar USD 5.000.
Pelajaran Penting Untuk Bobotoh dan Klub
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen Persib Bandung, terutama para Bobotoh. Dukungan yang membara adalah aset berharga, namun harus selalu dalam koridor sportivitas dan rasa hormat. Setiap tindakan di stadion, khususnya dalam laga tandang yang disorot AFC, merepresentasikan nama besar Persib Bandung dan juga Indonesia di kancah Asia.
Pelanggaran berulang kali ini menunjukkan bahwa klub perlu memperkuat edukasi dan pengawasan terhadap suporter. Dampak dari sanksi bukan hanya soal uang, melainkan juga reputasi klub di mata internasional serta potensi sanksi yang lebih berat di masa mendatang jika pelanggaran serupa kembali terulang. Mari bersama-sama menjaga nama baik Persib dengan menjadi suporter yang cerdas dan berbudaya.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com