Kabarmaung.com - Gempar di kancah sepak bola Indonesia! Semen Padang FC, tim berjuluk Kabau Sirah, membuat keputusan mengejutkan dengan memecat Pelatih Dejan Antonic. Tidak butuh waktu lama, sehari setelah pengumuman tersebut, mereka langsung memperkenalkan penggantinya: Imran Nahumarury, sosok yang tak asing lagi bagi pecinta sepak bola nasional, terutama bobotoh Persib Bandung.
Perkenalan Imran Nahumarury sebagai nahkoda baru Semen Padang dilakukan secara resmi melalui akun media sosial tim @semenpadangfcid pada Kamis (4/3/2026) menjelang waktu berbuka puasa. Sebuah sambutan hangat, "Welcome coach Imran Nahumarury at SPFC," mengiringi kedatangan pelatih yang memiliki rekam jejak panjang di Liga Indonesia ini.
Era Baru di Semen Padang: Imran Nahumarury Ambil Alih Kemudi
Langkah cepat manajemen Semen Padang menunjukkan keseriusan mereka dalam memperbaiki performa tim. Imran Nahumarury tidak akan membuang waktu. Ia dijadwalkan langsung memimpin tim Kabau Sirah dalam laga tandang yang berat di pekan ke-25, menghadapi PSBS Biak pada Senin (9/3/2026) mendatang. Sebuah debut yang menantang di tengah tekanan untuk segera bangkit dari zona degradasi.
Sosok Imran Nahumarury sendiri bukanlah nama kemarin sore. Semasa aktif bermain, ia dikenal sebagai gelandang tangguh yang pernah membela sejumlah klub besar di Indonesia, termasuk Persija Jakarta dan tentu saja, Persib Bandung. Pengalamannya merumput bersama Maung Bandung tentu menjadi nilai plus yang diharapkan bisa membawa semangat juang ke dalam skuad Semen Padang.
Karier kepelatihannya juga tak kalah mentereng. Dimulai sebagai asisten pelatih di PSIS Semarang pada tahun 2015, Imran kemudian menorehkan prestasi gemilang dengan membawa Malut United promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia pada musim 2023/2024. Meskipun sempat diwarnai "kisruh internal" yang berujung pada pemberhentiannya dari Malut United, rekam jejaknya dalam membawa tim naik kasta jelas menjadi pertimbangan utama Semen Padang.
Menariknya, di Semen Padang, Imran akan kembali bereuni dengan Yeyen Tumena, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Teknik klub. Kolaborasi keduanya diharapkan bisa menciptakan sinergi positif yang dibutuhkan Kabau Sirah untuk keluar dari keterpurukan.
Sebab Pemecatan Dejan Antonic dan Tekanan Degradasi
Keputusan untuk mendepak Dejan Antonic diambil sesaat setelah laga melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Agus Salim Padang berakhir imbang tanpa gol pada Rabu (3/3/2026) malam. Hasil tersebut terbilang sangat mengecewakan, mengingat tim lawan bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama. Ini menjadi puncak dari serangkaian hasil kurang memuaskan yang membuat manajemen harus bertindak tegas.
Manajemen Semen Padang dalam keterangannya menyebutkan bahwa berakhirnya kerja sama dengan Dejan adalah hasil pertimbangan dan diskusi mendalam antara komisaris dan penasehat tim. Penasehat tim, Andre Rosiade, yang juga anggota DPR-RI asal Sumatera Barat, mengonfirmasi bahwa hasil yang sangat mengecewakan pada pertandingan melawan PSIM menjadi "bahan evaluasi serius".
"Untuk itu, manajemen memutuskan melakukan pergantian pelatih demi perbaikan dan peningkatan performa tim ke depan," tegas Andre Rosiade, menunjukkan betapa krusialnya perubahan ini bagi masa depan klub.
Situasi Semen Padang saat ini memang sedang genting. Mereka masih "tercecer di zona degradasi," menempati posisi ke-17 dengan hanya mengemas 17 poin. Kabau Sirah "tertinggal dua angka dari Persijap Jepara" yang berada di garis aman degradasi. Tekanan untuk segera bangkit sangat besar, dan Imran Nahumarury diharapkan menjadi jawaban atas krisis ini.
Dejan Antonic sendiri mulai melatih Semen Padang FC pada awal Oktober 2025 lalu, menggantikan Eduardo Almeida. Namun, perjalanan singkatnya tidak mampu mengangkat performa tim sesuai harapan. Kini, beban berat untuk menyelamatkan Semen Padang dari jurang degradasi ada di pundak Imran Nahumarury, eks punggawa Persib yang kini kembali ke lapangan hijau dengan peran baru.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com