Kabarmaung.com - Laga sengit antara Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung di Stadion Segiri pada Minggu (15/3/2026) malam berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini, meski tidak sempurna, dinilai cukup baik oleh gelandang andalan Borneo FC, Kei Hirose, terutama mengingat ketatnya persaingan di puncak BRI Super League 2025/2026.
Pemain asal Jepang ini memberikan pandangannya yang jujur mengenai pertandingan tersebut. Menurutnya, menghadapi tim sebesar dan sekuat Persib Bandung selalu menjadi tantangan tersendiri, di mana setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal dan langsung dihukum gol.
“Ketika kita main lawan tim besar seperti Persib, kalau kita buat kesalahan dan mereka bisa cetak gol, pertandingan akan jadi sangat sulit,” ujar Hirose pada Senin (16/3/2026) dini hari.
Persib Bandung memang berhasil unggul lebih dulu melalui gol cepat Adam Alis pada menit ke-14. Gol tersebut tidak hanya membuat Maung Bandung memimpin, tetapi juga mengubah dinamika permainan. Hirose mengamati bahwa setelah mencetak gol, Persib memilih untuk bermain lebih pragmatis, memperkuat lini belakang dan menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik.
“Kondisi itu membuat pertandingan jadi lebih sulit karena mereka lebih percaya diri dan menunggu di belakang,” tambah Hirose, menjelaskan bagaimana strategi defensif Persib mempersulit upaya Borneo FC untuk menyamakan kedudukan di babak pertama.
Namun, semangat juang Pesut Etam tidak padam. Hirose menyoroti peningkatan performa timnya di babak kedua, terutama setelah masuknya Marcos Astina. Kehadiran Marcos Astina di lapangan membawa perubahan positif, membuat permainan Borneo FC menjadi lebih aktif dan transisi bola lebih lancar, meningkatkan tekanan terhadap pertahanan Persib.
“Babak kedua setelah Marcos Astina masuk, kita bermain lebih aktif dan transisi permainan juga lebih baik,” ungkap Kei Hirose, mengapresiasi kontribusi rekan setimnya.
Meski berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti Mariano Peralta di babak kedua, dan merasa timnya "hampir menang", Hirose tetap bersyukur dengan hasil 1-1. Baginya, satu poin dari tim sekelas Persib Bandung adalah modal berharga dalam perburuan gelar juara.
Persaingan di Puncak Klasemen Kian Panas!
Hasil imbang ini memiliki implikasi besar terhadap peta persaingan di papan atas klasemen BRI Super League 2025/2026. Persib Bandung tetap memimpin dengan 58 poin, namun Borneo FC Samarinda masih membayangi di posisi kedua dengan 54 poin. Jarak empat poin ini membuat tensi perebutan gelar juara semakin tinggi.
Tidak hanya itu, Persija Jakarta juga menambah panasnya persaingan setelah bermain imbang 1-1 melawan Dewa United FC di hari yang sama. Hasil tersebut menempatkan Persija di posisi ketiga dengan 52 poin, menunjukkan bahwa tiga tim teratas ini masih berada dalam jangkauan yang sangat dekat.
Dengan sembilan pertandingan tersisa di musim ini, Kei Hirose menegaskan bahwa peluang Borneo FC untuk bersaing merebut gelar juara masih sangat terbuka lebar. Konsistensi dan fokus akan menjadi kunci utama dalam setiap pertandingan yang akan datang.
“Masih ada sembilan pertandingan lagi dan kita harus tetap fokus. Tadi saya lihat hasil Persija melawan Dewa juga skornya satu-satu mereka juga. Jadi masih kita bisa fokus (peluang) buat juara,” imbuhnya dengan penuh optimisme. Para Bobotoh tentu harus terus memantau setiap pergerakan di klasemen, karena setiap poin di sisa musim ini akan sangat menentukan siapa yang layak mengangkat trofi juara.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com