Kabarmaung.com - Sorotan tajam mengiringi laga panas antara Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri pada Minggu (15/3/2026) malam itu berakhir imbang 1-1, menyisakan rasa sesal mendalam bagi pelatih Maung Bandung, Bojan Hodak.
Persib sempat unggul lebih dulu lewat gol ciamik Adam Alis, namun keunggulan itu sirna setelah Borneo FC menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Mariano Peralta di babak kedua. Bojan Hodak tak bisa menyembunyikan kekecewaannya pasca laga. "Atmosfernya sangat bagus dan pertandingan juga berjalan baik. Saya pikir seharusnya kita bisa memenangkan pertandingan malam ini," ujarnya, Senin (16/3/2026).
Kontroversi Penalti yang Mengganjal Hati Bojan Hodak
Pangkal kekesalan utama Bojan Hodak bukan hanya hasil imbang, melainkan insiden penalti krusial yang diberikan kepada Borneo FC. Pelatih asal Kroasia ini menyoroti adanya dugaan pelanggaran terhadap pemain Persib, Patricio Matricardi, yang disinyalir terjadi sesaat sebelum keputusan penalti dibuat. Sayangnya, momen vital ini luput dari pengamatan wasit lapangan.
"Saya belum melihat secara detail rekaman videonya. Tetapi dari informasi yang saya terima, sebelumnya ada pelanggaran dulu buat Patricio Matricardi yang sepertinya itu luput," jelas Hodak. Pernyataan ini jelas mengindikasikan bahwa Bojan melihat potensi ketidakadilan dalam keputusan tersebut. Meski demikian, ia menunjukkan profesionalismenya dengan menegaskan akan terlebih dahulu menganalisis tayangan ulang pertandingan.
Jika terbukti ada kesalahan fatal dari pihak wasit, Persib tak akan ragu untuk melayangkan keberatan resmi kepada komite wasit. "Kalau nanti setelah kami analisis ada hal yang tidak sesuai, tentu kami akan mengirimkan keluhan kepada komite referee," tegasnya.
Analisis Permainan Bojan Hodak: Peluang Emas dan Tekanan Lawan
Selain fokus pada kontroversi penalti, Bojan Hodak juga memberikan evaluasi terhadap performa timnya secara keseluruhan. Ia menilai, di babak pertama, Persib memiliki cukup banyak peluang untuk bisa menambah pundi-pundi gol. Namun, efektivitas serangan Maung Bandung belum maksimal dalam mengonversi kesempatan menjadi gol.
Situasi berbalik di babak kedua. Persib lebih banyak mendapat tekanan dari tuan rumah, Borneo FC, terutama melalui sejumlah situasi bola mati yang kerap membahayakan pertahanan. "Di babak kedua peluang kita lebih sedikit dan mereka beberapa kali berbahaya melalui freekick," kata Bojan, mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki untuk pertandingan selanjutnya.
Perasaan Campur Aduk Marc Klok dan Konsistensi Persib di Puncak
Gelandang andalan Persib, Marc Klok, juga mengungkapkan perasaannya usai pertandingan. Walaupun merasa cukup senang dengan satu poin yang didapat di kandang lawan yang sulit, ia tak bisa menyembunyikan ambisinya yang lebih besar. "Kita cukup senang, tapi sebenarnya kita kehilangan dua poin yang penting malam ini. Kita datang ke sini untuk mengambil tiga poin," tutur Klok.
Ambisinya ini menunjukkan mental juara yang dimiliki skuad Maung Bandung. Namun, hasil imbang ini tak serta-merta menggoyahkan posisi Persib di tangga klasemen. Dengan raihan 58 poin, Persib Bandung tetap kokoh memimpin klasemen sementara BRI Super League, unggul empat poin dari Borneo FC yang berada di posisi kedua dengan 54 poin. Ini adalah pencapaian yang patut disyukuri, mengingat betapa ketatnya persaingan di papan atas liga.
Meskipun dua poin lepas, konsistensi Persib dalam menjaga jarak dengan pesaing terdekat menjadi modal berharga dalam perburuan gelar juara musim ini. Perjalanan masih panjang, dan setiap pertandingan akan menjadi final bagi Maung Bandung.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com