Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Bandung Darurat Geng Motor Wali Kota Farhan Bereaksi Keras

Kabarmaung.com - Kota Bandung kembali dihadapkan pada ancaman kejahatan jalanan. Tragedi meninggalnya Fahdly Arjasubrata, seorang siswa kelas XI SMAN 5 Bandung, pada Jumat (13/3) malam di Jalan Cihampelas, memicu keprihatinan mendalam. Awalnya beredar kabar mengenai tawuran, namun Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengindikasikan bahwa Fahdly menjadi korban serangan Geng Motor. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal darurat bagi keamanan di Ibu Kota Jawa Barat.

Kematian Fahdly membuka mata publik akan ancaman yang tak main-main dari kelompok motor anarkis. Peristiwa tragis ini terjadi sepulang korban dari buka puasa bersama teman-temannya, menambah daftar panjang korban kekerasan jalanan yang kerap dikaitkan dengan geng motor.

Kembali Maraknya Aksi Geng Motor di Bandung

Wali Kota Farhan tidak menampik bahwa indikasi kasus Fahdly sangat jelas mengarah pada geng motor. "Iyah, indikasinya clear (soal kematian Fahdly, siswa SMAN 5 Bandung Jalan di Cimahpelas diduga akibat geng motor)," tegas Farhan pada Senin (16/3/2026). Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya melihat aktivitas geng motor yang kembali marak di jalanan Kota Kembang. Farhan bahkan pernah menyaksikan langsung fenomena ini.

"Kelihatannya ada geng motor yang hidup-hidup lagi nih. Kemarin saya lihat sendiri di Jalan Sumbawa, persimpangan Jalan Belitung. Saya lagi naik motor sore-sore, udah mau lampu hijau, tiba-tiba dari sisi Jalan Belitung berombongan tuh enggak sampai 20 orang," ungkapnya, menceritakan pengalamannya.

Farhan menjelaskan ciri-ciri kelompok motor yang kembali aktif ini, "Jadi sekarang kelompoknya kecil-kecil, pada pakai baju hitam, knalpotnya brong, bawa bendera negara asing. Ciri-cirinya itu." Deskripsi ini menyoroti bagaimana modus operandi geng motor telah berubah, menjadi lebih terfragmentasi namun tetap membahayakan dengan atribut yang menunjukkan keberanian mereka dalam melanggar hukum.

Wali Kota Farhan Bertindak Tegas Melawan Geng Motor

Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan, Pemerintah Kota Bandung bersama Forkopimda menegaskan tidak akan menoleransi sedikit pun aktivitas geng motor. Keselamatan warga menjadi prioritas utama. "Masalah geng motor, saya sudah lihat sendiri, korbannya sudah ada. Korbannya anak kita sendiri, maka tidak akan ada toleransi untuk geng motor," kata Farhan dengan nada tegas. Ini adalah janji untuk menjaga keamanan dan ketertiban kota.

Langkah-langkah konkret pun akan segera diambil:

  • Patroli Aktif: Patroli akan digencarkan setiap hari untuk mempersempit ruang gerak kelompok-kelompok motor yang berniat melakukan aksi kejahatan jalanan.
  • Larangan Berkumpul: "Tidak boleh kumpul-kumpul pakai motor di pinggir jalan, tidak boleh pawai-pawai bawa motor," tambah Farhan, menandakan pembatasan ketat terhadap aktivitas yang dapat memicu kerusuhan.
  • Tindakan Preventif dan Represif: Geng motor akan dikenai tindakan preventif untuk mencegah aksi kejahatan, serta represif terukur jika pelanggaran terjadi, seperti pembubaran paksa dan sanksi tegas.

Farhan juga mengimbau klub-klub motor yang sering nongkrong di kawasan Asia Afrika untuk sementara menghentikan aktivitas mereka guna menghindari potensi bentrokan. Jika imbauan ini tidak diindahkan, petugas tidak akan ragu untuk memberikan sanksi tegas di lapangan.

Pesan Khusus untuk Bobotoh Persib: Dilarang Keras Ditunggangi Perusuh

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Farhan juga menyampaikan pesan penting kepada para Bobotoh Persib. "Juga kepada para bobotoh Persib jangan mau ditunggangi oleh para perusuh. Jangan sampai ada tuduhan bahwa setiap kali bobotoh ngumpul, maka pasti terjadi kerusuhan. Nah, itu bagian dari kegiatan preventif yang kita lakukan," ujarnya.

Pesan ini sangat relevan mengingat identitas Bobotoh yang kuat dan seringkali berkumpul dalam jumlah besar. Penting bagi setiap individu Bobotoh untuk menjaga nama baik Persib dan komunitas suporter, tidak mudah terpancing atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin membuat onar. Menjaga citra positif Bobotoh sebagai suporter yang solid, loyal, dan tertib adalah tanggung jawab bersama. Jangan biarkan aksi segelintir oknum merusak reputasi ribuan Bobotoh sejati yang selalu menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.

"Sedangkan kegiatan represifnya, kalau sampai terjadi pelanggaran, kita tindak tegas. Kalau ada yang ngumpul dibubarkan. Kita himbau untuk dibubarkan," pungkas Farhan, menegaskan bahwa penindakan tegas akan dilakukan bagi siapa pun yang melanggar, termasuk jika kerumunan dianggap mengganggu ketertiban umum.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Bandung Darurat Geng Motor Wali Kota Farhan Bereaksi Keras
  • Bandung Darurat Geng Motor Wali Kota Farhan Bereaksi Keras
  • Bandung Darurat Geng Motor Wali Kota Farhan Bereaksi Keras
  • Bandung Darurat Geng Motor Wali Kota Farhan Bereaksi Keras
  • Bandung Darurat Geng Motor Wali Kota Farhan Bereaksi Keras
  • Bandung Darurat Geng Motor Wali Kota Farhan Bereaksi Keras
Posting Komentar
Tutup Iklan