Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Rahasia Persib Puncaki Klasemen Meski Irit Gol Terungkap

Kabarmaung.com - Persib Bandung terus menunjukkan dominasinya di puncak klasemen Super League 2025/26. Dengan 16 kemenangan, 2 hasil imbang, dan hanya 3 kekalahan dari 21 pertandingan, Maung Bandung perkasa dengan raihan 50 poin. Namun, di balik rekor fantastis ini, ada satu fenomena menarik yang kerap memicu diskusi di kalangan Bobotoh: produktivitas gol yang terbilang "irit".

Hingga pekan ke-22, Persib baru mengoleksi 32 gol. Angka ini relatif lebih rendah dibandingkan tim-tim papan atas lainnya. Pertanyaannya, bagaimana tim dengan gol sesedikit ini bisa kokoh di posisi teratas? Pengamat sepak bola Persib, Indra Jaya, mencoba mengupas tuntas misteri di balik strategi "cukup 1-0" yang diterapkan Maung Bandung musim ini.

Menurut Indra, Persib memang acapkali menang dengan skor tipis. Tercatat, dalam 12 laga, Maung Bandung hanya mencetak satu gol, yang berujung pada 8 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 2 kekalahan. Meski demikian, bukan berarti lini depan Persib tumpul sepenuhnya. Ada delapan pertandingan di mana mereka mampu mencetak lebih dari satu gol, dan hanya sekali mereka gagal membobol gawang lawan, yaitu saat takluk dari Malut United.

Namun, Indra menegaskan bahwa angka-angka ini tidak bisa dilepaskan dari identitas permainan Persib yang telah terbentuk. "Memang jika ditotal dari 21 laga, 12 laga dengan 1 gol lebih banyak daripada 8 laga yang mencetak lebih dari 1 gol. Tapi faktanya Persib berada di papan atas klasemen dengan rekor pertahanan terbaik serta jumlah clean sheet terbanyak dipegang oleh Teja," ujar Indra pada Selasa (24/2/2026).

Pertahanan Baja, Kunci Konsistensi Bojan Hodak

Kekuatan utama Persib musim ini jelas terletak pada lini belakang mereka yang kokoh dan penampilan konsisten dari penjaga gawang Teja Paku Alam. Tim asuhan Bojan Hodak mungkin tidak selalu berpesta gol, namun mereka sangat sulit ditembus. Bahkan, rekor kandang mereka sempurna, menyapu bersih 11 laga di kandang dengan kemenangan, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.

Gaya permainan ini memang seringkali memancing komentar. Banyak Bobotoh yang merasa jantung mereka berdegup kencang hingga peluit akhir berbunyi karena kemenangan tipis yang diraih. Indra Jaya mengakui, taktik pelatih Bojan cenderung pragmatis. "Ya harus kita akui, taktik Bojan memang sedikit pragmatis, lebih dominan bertahan dan mengandalkan counter attack. Sayangnya, banyak peluang yang didapat dari serangan balik jarang berbuah gol, hal ini yang membuat Persib irit dalam mencetak gol," jelasnya.

Bagi Bojan Hodak, hasil akhir adalah segalanya. Estetika permainan menjadi nomor dua jika tidak mampu memberikan tiga poin penuh. "Dari sudut pandang taktikal, Bojan hanya mencari hasil akhir, biarkan Bojan menerapkan filosofi bermainnya pada tim. Ia tahu tuntutan Bobotoh tinggi, hasil 1-0 tentu sangat baik daripada kalah yang membuat hujatan datang pada dia dan pemainnya," ungkap Indra, menyoroti tekanan besar yang dihadapi pelatih dan tim.

Sepakbola Defensif: Bukan Hal Baru, Tetap Efektif

Indra Jaya juga menarik benang merah ke tren sepakbola global. Filosofi setiap era terus berubah. Dulu, 'possession game' pernah merajai, bahkan di Indonesia dengan suksesnya Rahmad Darmawan bersama Persipura dan Sriwijaya FC. Era tiki-taka Barcelona dan timnas Spanyol pun sempat menjadi kiblat, namun kemudian direspons dengan pendekatan 'compact defence' yang terbukti menjadi penangkal ampuh.

"Filosofi Bojan juga sedikit banyak mempengaruhi taktikal lain yang sempat ramai berjaya, tiki-taka Barca yang kemudian berimbas pada timnas Spanyol. Untuk meredam itu, bermain compact defence di area sendiri menjadi solusi. Sehingga, kini sepakbola defensif kembali menjadi era," tutur Indra.

Perbedaan Persib musim ini dibandingkan musim lalu, menurut Indra, terletak pada kelebihan skill individu pemain depan. Musim lalu, nama-nama seperti Ciro Alves, David da Silva, hingga Tyronne del Pino kerap menghadirkan hiburan dengan gol-gol indah dan produktivitas tinggi. Musim ini, meski permainan Thom Haye dan kawan-kawan mungkin tidak selalu memanjakan mata, efisiensi dan kekuatan pertahanan tetap membawa mereka ke puncak.

Cukup 1-0, Asal Juara? Sejarah Bicara!

"Sepakbola ada menyerang dan bertahan, musim ini Persib dominan dengan pertahanan yang kuat dan bisa memuncaki klasemen. Apakah salah?" tanya Indra retoris. Ia mengingatkan akan kisah Italia yang pernah menjuarai Piala Dunia dengan pertahanan 'brendel' mereka, sebuah gaya catenaccio yang legendaris.

Dengan fondasi pertahanan sekuat ini, Indra optimis Persib bisa meraih gelar juara untuk ketiga kalinya berturut-turut, bahkan jika itu berarti mengadopsi gaya "cukup 1-0" ala catenaccio Italia. "Insya Allah juara musim ini bisa terjadi, tapi rasanya mungkin berbeda dengan 2 musim sebelumnya. Persib kembali menobatkan diri sebagai tim 'cukup 1-0' ala catenaccio Italia. Tapi jangan lupa, pertahanan brendel pernah menjadi juara di dunia," ujarnya.

Memang, setiap Bobotoh pasti menginginkan Persib bermain indah sekaligus meraih kemenangan. Namun, jika pilihan taktik Bojan Hodak yang pragmatis ini adalah jalan terbaik untuk mengamankan tiga poin dan mengunci gelar juara, maka dukungan penuh harus terus diberikan. Fokus pada hasil, bukan semata-mata gaya, bisa jadi adalah kunci sukses Maung Bandung musim ini.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Rahasia Persib Puncaki Klasemen Meski Irit Gol Terungkap
  • Rahasia Persib Puncaki Klasemen Meski Irit Gol Terungkap
  • Rahasia Persib Puncaki Klasemen Meski Irit Gol Terungkap
  • Rahasia Persib Puncaki Klasemen Meski Irit Gol Terungkap
  • Rahasia Persib Puncaki Klasemen Meski Irit Gol Terungkap
  • Rahasia Persib Puncaki Klasemen Meski Irit Gol Terungkap
Posting Komentar
Tutup Iklan