Kabarmaung.com - Nomor punggung 10. Di dunia sepak bola, angka ini lebih dari sekadar nomor biasa; ia adalah simbol seorang maestro, otak di balik serangan, dirigen yang mengatur ritme, dan pemecah kebuntuan. Namun, di musim 2025/26, Persib Bandung mengambil jalur yang berbeda. Maung Bandung melaju tanpa sosok nomor 10 murni, sebuah dinamika yang menarik perhatian banyak pihak.
Eksperimen ini dimulai dengan harapan pada Wiliam Marcilio di awal musim. Ia didatangkan dengan ekspektasi tinggi untuk menjadi playmaker utama. Namun, harapan itu tak pernah sepenuhnya terwujud. Performa yang belum memuaskan membuat Marcilio harus dilepas bahkan sebelum paruh pertama musim berakhir, meninggalkan kekosongan di posisi krusial tersebut.
Mencari Maestro: Deretan Kandidat Dirigen Persib
Sejak kepergian Marcilio, posisi nomor 10 di Persib bak kanvas kosong yang siap dilukis oleh berbagai talenta. Adam Alis, Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga Beckham Putra pernah bergantian mencoba peran ini. Terakhir, Berguinho tampil impresif di belakang striker saat Persib membantai Madura United 5-0, menunjukkan bahwa variasi adalah kunci.
Pengamat Persib, Indra Jaya, melihat fenomena ini sebagai sesuatu yang unik dan strategis. Menurutnya, peran nomor 10 menuntut visi bermain yang luar biasa, kreativitas tinggi, dan kemampuan menciptakan peluang. "Pemain nomor 10 identik dengan peran playmaker yang dituntut memiliki visi bermain yang baik, umpan brilian, kognisi yang cerdas, bahkan menciptakan peluang sendiri untuk mencetak gol," ujar Indra.
Mari kita bedah karakteristik para pemain yang pernah mengisi pos ini:
- Berguinho: Sang Penjelajah Tenang
Berguinho, seperti yang terlihat saat melawan Madura, bermain simpel namun efektif. Sentuhannya berbeda, dengan bobot passing dan akurasi yang tepat. Ia lebih suka bermain bola di bawah, minim akselerasi, namun tak pernah kehilangan momen. Bahkan, sering melebar ke sayap untuk mengirimkan umpan silang akurat ke lini depan, menambah dimensi serangan Persib. - Adam Alis: Dinamo Box-to-Box
Adam Alis menghadirkan energi yang lebih dinamis. Tipe box-to-box, ia unggul dalam akselerasi dan dribbling. Adam seringkali menjadi sosok yang merobek pertahanan lawan yang rapat dengan daya jelajah tinggi dan kecepatan yang mumpuni. Perannya kadang mirip destroyer yang dibutuhkan tim. - Beckham Putra: Kreator Duel Satu Lawan Satu
Beckham Putra, yang juga pernah mencoba peran ini, memiliki karakter tak jauh beda dengan Adam Alis. Kreativitasnya sangat terlihat saat lawan bermain terbuka, di mana skill individu dan kemampuannya memenangkan duel satu lawan satu menjadi senjata ampuh untuk membongkar pertahanan lawan. - Thom Haye: Konseptor Berkelas
Thom Haye bisa dibilang yang paling mendekati definisi klasik nomor 10. Ia adalah pemain visioner yang mengutamakan kognisi dan kemampuan mengalirkan bola, ketimbang kecepatan atau akselerasi. Dengan umpan akurat dan pandai memainkan ritme pertandingan, Haye adalah dirigen cerdas yang mampu mengendalikan jalannya laga.
Keuntungan Taktis untuk Bojan Hodak
Bagi Indra Jaya, keberagaman karakter pemain di posisi nomor 10 ini justru menjadi anugerah bagi Persib. "Beruntung bagi Persib memiliki banyak pemain yang bisa dimainkan di posisi nomor 10 dengan gaya bermain yang berbeda-beda," katanya. Ini berarti pelatih Bojan Hodak memiliki fleksibilitas tinggi untuk menyesuaikan komposisi pemain sesuai dengan kebutuhan taktik tim dan karakter lawan yang dihadapi.
Bukan lagi soal mencari siapa yang paling bagus secara individu, melainkan siapa yang paling cocok dan efektif dalam skema pertandingan tertentu. Pendekatan pragmatis ini memberi Hodak banyak opsi untuk meramu strategi terbaiknya, entah itu untuk mendominasi penguasaan bola, memecah pertahanan rapat, atau bahkan mempercepat transisi.
Menanti Pilihan Hodak Melawan Persebaya
Kini, perhatian tertuju pada laga tandang krusial melawan Persebaya Surabaya pada 2 Maret 2026. Siapakah yang akan dipercaya Bojan Hodak sebagai nomor 10? Pelatih asal Kroasia itu belum memberikan jawaban pasti, mengindikasikan bahwa keputusannya akan sangat bergantung pada Analisis lawan.
"Kita akan lihat. Untuk ini, itu tergantung dengan melawan mana kami bermain. Mungkin saja dia bermain di situ," ucap Bojan.
Pernyataan ini menegaskan bahwa peran nomor 10 di Persib bukan lagi soal status, melainkan fungsi taktis. Melawan Persebaya yang dikenal dengan pertahanan rapat dan serangan balik berbahaya, pilihan dirigen akan sangat menentukan. Bojan menambahkan bahwa normalnya Adam Alis sering bermain bagus di posisi tersebut, namun alasan taktikal bisa mengubah segalanya.
Fleksibilitas dalam memilih dirigen adalah kekuatan baru Persib. Dengan beragamnya profil pemain yang bisa diandalkan, Bojan Hodak memiliki 'senjata' lengkap untuk mengatasi berbagai tantangan taktik, memastikan Maung Bandung selalu siap menghadapi siapa pun lawannya.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com