Kabarmaung.com - Pekan ke-22 Super League 2025/26 akan menjadi panggung bagi duel sengit antara Persib Bandung dan Persita Tangerang. Pertandingan yang dijadwalkan pada Minggu, 22 Februari 2026, pukul 20.30 WIB di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ini diprediksi akan menyedot perhatian ribuan Bobotoh. Namun, di balik antusiasme tersebut, ada kabar penting terkait pengamanan super ketat yang akan diterapkan demi kelancaran dan kenyamanan semua pihak.
Keamanan Maksimal Demi Laga Berkelas
Pengamanan pertandingan Persib kontra Persita ini bukan main-main. AKBP Asep Saepudin, Kabag Ops Polrestabes Bandung, menegaskan bahwa personel gabungan dari berbagai instansi akan diturunkan. Total 2.285 personel akan bersiaga, terdiri dari Polda Jabar, Polrestabes Bandung, TNI, serta dukungan dari instansi terkait seperti Dishub, Satpol PP, Dinkes, hingga PMI Kota Bandung. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi penonton yang datang langsung ke GBLA.
Tiga Pos Penjagaan Krusial untuk Bobotoh
Salah satu poin penting yang diutarakan AKBP Asep adalah prosedur pemeriksaan ketat sebelum memasuki area stadion. Mengingat pertandingan ini tidak akan dihadiri suporter tim tamu, fokus pengamanan akan tertuju pada memastikan hanya pemegang tiket sah yang bisa masuk. Tiga titik pos penjagaan strategis telah disiapkan untuk melakukan penyaringan, yaitu di area Cimincrang, Rancanumpang, dan Rancasayang. Para Bobotoh diimbau untuk menyiapkan tiket mereka dan bersabar saat proses pemeriksaan.
- Cimincrang: Gerbang utama masuk dari arah timur.
- Rancanumpang: Akses masuk dari arah selatan.
- Rancasayang: Pintu masuk dari sisi utara stadion.
"Bagi yang tidak bertiket jangan memaksakan datang ke GBLA untuk menonton pertandingan," imbau Asep. Pesan ini sangat jelas: tanpa tiket, jangan mencoba masuk, demi menghindari penumpukan dan masalah keamanan.
Larangan dan Imbauan untuk Kondusivitas Stadion
Selain pemeriksaan tiket, Bobotoh juga diingatkan untuk tidak membawa barang-barang yang dilarang oleh Panitia Penyelenggara (Panpel) Persib. Daftar barang terlarang ini bukan sekadar aturan formalitas, melainkan demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama. "Bagi yang punya tiket dilarang membawa minuman beralkohol, obat-obatan terlarang, flare, dan senjata tajam dan atau senjata api," tegas Asep. Pelanggaran terhadap aturan ini bisa berakibat fatal, tidak hanya bagi individu yang membawa, tetapi juga mengganggu jalannya pertandingan dan kenyamanan ribuan penonton lainnya.
Flare, misalnya, adalah salah satu item yang paling sering menjadi masalah. Penggunaannya dapat menyebabkan asap tebal yang mengganggu pandangan, bahkan berpotensi memicu kebakaran atau cedera. Minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang jelas dilarang demi menjaga suasana positif dan menghindari kericuhan yang tidak diinginkan. Senjata tajam atau api tentu saja adalah ancaman serius yang tidak boleh ada di lingkungan stadion.
Nobar Aman, Persib Menang!
Bagi Bobotoh yang memilih untuk menyaksikan pertandingan ini melalui kegiatan nonton bareng (nobar) di berbagai penjuru Kota Bandung, AKBP Asep juga punya pesan penting. "Yang nobar di luar stadion agar tetap menjaga kondusivitas dengan tidak melakukan konvoi pasca nobar," pungkasnya. Semangat Persibisme memang harus membara, namun tetap dalam koridor ketertiban dan rasa hormat terhadap sesama warga. Konvoi yang berlebihan bisa mengganggu lalu lintas dan ketertiban umum. Dukungan terbaik adalah dengan menjaga nama baik Persib dan Bobotoh.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com